Taisei Marukawa Nyatakan Kesiapan Menjalani Proses Naturalisasi Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Nyatakan Kesiapan Menjalani Proses Naturalisasi Timnas Indonesia

Winger asing Dewa United asal Jepang Taisei Marukawa menyatakan kesiapannya secara terbuka untuk menjalani proses naturalisasi demi membela Timnas Indonesia saat ditemui di mixed zone Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (16/5/2026).

Pemain berusia 29 tahun tersebut dinilai telah memenuhi syarat residency dari FIFA serta regulasi kewarganegaraan Indonesia karena sudah tinggal berturut-turut selama lima tahun di tanah air sejak pertama kali direkrut oleh Persebaya Surabaya pada Mei 2021.

Sikap terbuka ini membuka peluang bagi PSSI dan pelatih John Herdman untuk menggunakan jalur masa tinggal tanpa garis keturunan, yang berpotensi mencatatkan sejarah baru bagi Marukawa sebagai pemain asal Jepang pertama yang berseragam Timnas Indonesia.

Berdasarkan data statistik yang dihimpun tvOnenews.com, Marukawa menunjukkan performa mencolok di kompetisi domestik dengan mengemas total 34 gol dan 39 assist dari 152 pertandingan bersama Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, hingga Dewa United, serta memiliki pengalaman bertanding di kualifikasi Liga Europa saat meniti karier di Eropa.

"Ya buat saya semuanya masih memungkinkah (peluang dinaturalisasi)," ujar Marukawa kepada BolaSport.com.

Pemain kelahiran Higashihiroshima ini menambahkan bahwa dirinya tidak bisa memutuskan atau mengurus proses perpindahan kewarganegaraan tersebut secara mandiri tanpa adanya keterlibatan pihak lain yang bersedia memfasilitasi.

"Jika mereka menginginkan, ya saya mau (bisa)." kata Marukawa.

Winger Dewa United tersebut juga mengharapkan adanya dukungan dari pihak luar maupun manajemen klub terkait proses legalitas hukum kewarganegaraannya demi membuka peluang membela skuad Garuda jelang turnamen Piala Asia 2027.

"Tapi saya tak bisa memutuskan sendiri mengenai hal ini." tutur Marukawa.

Hingga saat ini, pihak klub maupun federasi belum memberikan langkah resmi terkait kelanjutan isu naturalisasi ini, sementara gaya bermain Marukawa dinilai selaras dengan kebutuhan taktik intensitas tinggi yang diterapkan pelatih John Herdman.

"Jika ada seseorang membantu, ya." ucap Marukawa.

Kehadiran tenaga tambahan baru seperti Marukawa diproyeksikan mampu memperkuat kedalaman sektor penyerang sayap Garuda yang saat ini dihuni oleh Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, hingga Ole Romeny untuk menghadapi tantangan berat di Grup F Piala Asia 2027 di Arab Saudi bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

"Saya pikir saya membuka peluang (dinaturalisasi) tersebut," tambah Marukawa.

Saat dimintai keterangan mengenai kesediaan manajemen Dewa United untuk memberikan bantuan, pemain bernomor punggung murni tersebut memberikan tanggapan singkat sembari melempar senyum.

"Ya, saya tidak tahu hahahaha," kata Taisei.

Di samping pembicaraan mengenai paspor Indonesia, Marukawa memberikan pandangan terkait kekalahan Dewa United dari Persis Solo pada hari yang sama, yang menghambat posisi tim asuhan Jan Olde Riekerink untuk mengunci tiket di posisi empat besar klasemen akhir Liga 1.

"Saya harap, saya harap," tambah Taisei.

Hasil negatif tersebut membuat Dewa United kini terlibat persaingan ketat dengan Banten Warriors, Persebaya Surabaya, Malut United, dan Bhayangkara FC untuk memperebutkan satu tempat di zona championship series di bawah Persija Jakarta.

"Hari ini kita tidak cukup baik, kita harus bermain mendominasi, " kata Marukawa.

Eks pemain Persebaya tersebut memberikan evaluasi teknis langsung menyangkut banyaknya kesalahan taktis yang dilakukan oleh timnya sepanjang pertandingan berlangsung.

"Tetapi hari ini kami terlalu banyak kesalahan dan yeah, tidak cukup baik." ujar Marukawa.

Sesi wawancara ditutup dengan penegasan bahwa fokus skuad Dewa United kini sepenuhnya tertuju pada sisa laga kompetisi guna mengamankan poin penuh secara mandiri tanpa bergantung pada performa tim kompetitor.

"Laga selanjutnya tentu kita menargetkan kemenangan." kata Marukawa.

Langkah Dewa United untuk menembus zona championship series tetap menjadi komitmen utama meskipun nasib mereka juga akan dipengaruhi oleh hasil pertandingan yang diperoleh skuad Bajul Ijo.

"Saya percaya target saya dan klub adalah 4 besar." tutur Marukawa.

Jika tim rival berhasil meraih kemenangan atau hasil imbang, maka posisi Dewa United untuk menembus target tersebut akan menjadi semakin sulit di akhir musim.

"Saya pikir tergantung juga kepada Persebaya, jika mereka menang atau imbang maka sulit bagi kita." kata Marukawa.

Persiapan taktis kini terus dimatangkan oleh tim pelatih menjelang pertandingan krusial berikutnya demi mencapai posisi akhir yang ditargetkan manajemen.

"Tapi kita hanya focus pada laga kami selanjutnya," tambah Marukawa.

Artikel terkait

Rekomendasi