Gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni memberikan klarifikasi terkait kabar perselisihan dirinya dengan rekan setim, Federico Valverde, yang terjadi pada awal Mei dalam sesi latihan di Madrid. Penjelasan tersebut disampaikan untuk meredam spekulasi yang berkembang luas di masyarakat.
Sanksi tegas berupa denda masing-masing sebesar 500 ribu euro telah dijatuhkan manajemen Real Madrid kepada kedua pemain tersebut. Finansial penalti ini tercatat sebagai denda terbesar sepanjang sejarah klub, menyusul kabar adanya insiden fisik yang membuat Valverde sempat dibawa ke rumah sakit karena cedera kepala, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Pemberitaan mengenai pemukulan tersebut kemudian dibantah oleh Tchouameni yang menilai media massa terlalu membesarkan masalah internal mereka.
"Jelas ada hal-hal yang terjadi, Anda bisa lihat dan dengar soal itu di media," ujar Aurelien Tchouameni, gelandang Real Madrid.
Pemain asal Prancis tersebut menyatakan bahwa status sebagai penggawa Real Madrid membuat setiap kabar memicu reaksi yang masif.
"Itu dibesar-besarkan karena ada di berita, dan ketika Anda main untuk Real Madrid, itu menciptakan reaksi yang sangat besar. Banyak omong kosong yang muncul di media. Saya baca kalau ada perkelahian dan bahwa saya memukulnya, padahal kenyataannya tidak begitu." kata Aurelien Tchouameni, gelandang Real Madrid.
Dirinya juga memilih untuk tidak membeberkan kronologi secara mendetail karena pihak klub sudah memahami situasi yang sebenarnya.
"Saya tidak akan ceritakan detailnya. Yang paling penting adalah klub menyadari apa yang terjadi. Ada banyak hal yang terjadi di dalam ruang ganti yang tidak masuk ke media." ucap Aurelien Tchouameni, gelandang Real Madrid.
Hubungan personal antara kedua pemain kini dipastikan sudah tidak memiliki kendala demi mencapai target klub.
"Hidup terus berjalan. Fede dan saya punya tujuan bersama: juara bersama Real Madrid. Tidak ada masalah. Di level pribadi, saat ini tidak ada masalah dengan Valverde," kata Aurelien Tchouameni, gelandang Real Madrid.