Dua produksi teater asal Indonesia melalui produser independen Bumi Purnati Indonesia resmi terpilih untuk tampil dalam Festival Teater Internasional ke-54 di Venice Biennale pada 7 hingga 21 Juni 2026 mendatang. Kehadiran karya bertajuk Under The Volcano dan Hikayat Perahu ini menandai sejarah baru bagi seni pertunjukan Tanah Air.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pementasan ini merupakan partisipasi perdana teater Indonesia dalam festival teater di La Biennale di Venezia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Tim produksi akan memberangkatkan sekitar 20 seniman dari berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat, Surabaya, Aceh, dan Makassar.
Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum, menjelaskan perbedaan antara pameran seni rupa utama dengan festival teater dalam ajang dua tahunan tersebut.
"Jika Venice Biennale usianya sudah 150 tahun dan digelar dua tahunan fokus pada seni rupa, festival teater ini baru berusia 50 tahunan dan mengkurasi berbagai produksi teater di dunia," ucap Restu Imansari Kusumaningrum, Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia.
Pihak penyelenggara mencatat terdapat sekitar 610 pelamar yang mengajukan proposal pementasan dengan tema Alter-Native tahun ini. Dari total tersebut, terpilih 55 acara yang mencakup 11 produksi dan co-produksi, termasuk 10 pertunjukan perdana dunia.
"Kami mengirimkannya juga last minute, 24 jam sebelum ditutup. Dua hari berikutnya ditelepon kalau Indonesia masuk ke festival, lolos seleksi, dan 6 bulan kami menyiapkan pertunjukannya sebelum 20 teman-teman seniman diberangkatkan ke Venesia," sambung Restu Imansari Kusumaningrum, Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia.
Meskipun awalnya mengajukan produksi lain, tim kurator festival akhirnya memilih dua karya yang dinilai kuat merepresentasikan identitas budaya lokal Indonesia.
"Ketika kita mengirimkan proposal, dua produksi itu yang dipilih karena merepresentasikan budaya Melayu. Indonesia benar-benar dicari untuk festival biennale tahun ini. Memang harus ada native-nya, sesuai tema mereka," sambung Restu Imansari Kusumaningrum, Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia.
Pementasan Under The Volcano dijadwalkan berlangsung di Teatro alle Tese, Arsenale pada 16-17 Juni 2026. Pertunjukan ini sebelumnya telah diproduksi sejak 2014 dan pernah tampil di China serta Candi Borobudur.
Setelah itu, produksi Hikayat Perahu akan dipentaskan di lokasi yang sama pada 18-19 Juni 2026. Indonesia akan bersanding dengan sejumlah delegasi internasional lainnya seperti Yunani, Jepang, Selandia Baru, hingga Rwanda.