Persiapan The Three Lions menghadapi turnamen akbar resmi dimulai setelah pelatih kepala Thomas Tuchel merilis daftar resmi 26 pemain Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Suara.
Langkah awal sang juru taktik langsung memicu perdebatan hangat di kalangan publik sepak bola. Tuchel secara mengejutkan mencoret sejumlah nama besar, termasuk Harry Maguire, Cole Palmer, dan Phil Foden.
Lembaga statistik olahraga Opta menyajikan rincian performa untuk membedah kualitas skuad pilihan Tuchel. Penilaian ini didasarkan pada catatan impresif para pemain di kompetisi domestik maupun Eropa.
Sektor penjaga gawang Inggris diperkuat oleh Jordan Pickford yang mencatatkan statistik expected goals on target against (xGOT) di atas rata-rata kiper Premier League.
Dean Henderson dari Crystal Palace turut masuk dalam daftar setelah membukukan 101 penyelamatan sepanjang musim kompetisi bergulir. Sementara itu, James Trafford sukses menggagalkan lima gol lebih banyak dari nilai ekspektasi kebobolan.
Pada area pertahanan, Reece James tetap dibawa meski baru pulih dari cedera karena sempat mengemas enam kontribusi gol dalam 17 laga awal musim.
Tino Livramento memperlihatkan kapasitasnya di Newcastle United dengan rata-rata memenangkan penguasaan bola sebanyak 5,4 kali per pertandingan.
Bek veteran John Stones hadir dengan rekor akurasi operan terbaik mencapai 95 persen di antara seluruh pemain Piala Dunia sejak 1966.
Ezri Konsa memiliki catatan impresif setelah menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang seorang bek dalam sejarah Timnas Inggris sebelum terhenti oleh Jepang.
Lini belakang kian solid lewat kehadiran Marc Guéhi yang dominan dalam operan, duel, serta intersepsi di area pertahanan.
Jarell Quansah mencuri perhatian bersama Bayer Leverkusen dengan menjadi salah satu pemain pertahanan yang mengoleksi intersepsi terbanyak di Bundesliga.
Dan Burn melengkapi opsi lini belakang karena terbukti menjadi salah satu pengumpan paling efektif sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026.
Nico O’Reilly mendapat tempat setelah dipercaya mengisi posisi bek kiri Manchester City dan mengoleksi lima gol musim ini.
Djed Spence juga dipanggil setelah selalu tampil dalam delapan dari sembilan kemenangan beruntun yang diraih Tottenham Hotspur.
Kreativitas Gelandang dan Ketajaman Sektor Serang
Kekuatan Lini Tengah
Declan Rice diproyeksikan menjadi motor permainan utama berkat catatan penciptaan 17 peluang besar di kompetisi Premier League musim ini.
Elliot Anderson dari Nottingham Forest membawa modal statistik mentereng dengan memenangkan penguasaan bola sebanyak 302 kali sepanjang musim.
Gelandang muda Kobbie Mainoo menunjukkan pengaruh besar setelah Manchester United memenangkan 18 dari 27 laga saat dirinya merumput.
Jordan Henderson tetap dipanggil untuk menjadi distributor bola berpengalaman dengan rata-rata torehan 54,3 umpan per laga.
Jude Bellingham menjadi sosok paling menonjol setelah mengoleksi 14 gol di La Liga Spanyol dan menjadi gelandang paling produktif di Eropa.
Ketajaman Lini Depan
Eberechi Eze memiliki catatan unik sebagai pemain kedua setelah Harry Kane yang mencetak tiga gol pertamanya untuk Inggris sebagai pengganti.
Morgan Rogers menembus skuad berkat performa apik bersama Aston Villa di Liga Europa dengan menyamai rekor lima assist milik Bukayo Saka.
Marcus Rashford yang sedang menjalani masa pinjaman di Barcelona kembali produktif dengan membukukan 14 gol dan 11 assist musim ini.
Anthony Gordon menorehkan sejarah sebagai pemain Inggris kedua setelah Harry Kane yang mampu mencetak dua digit gol di Liga Champions.
Bukayo Saka masuk skuad setelah memecahkan rekor pemain termuda kedua setelah Wayne Rooney yang mencatatkan 50 gol dan 50 assist di Premier League.
Noni Madueke tetap dibawa karena memiliki statistik tembakan dan sentuhan bola di kotak penalti yang impresif saat berseragam Chelsea.
Harry Kane dipastikan menjadi tumpuan utama di lini depan setelah menjadi penyerang paling mematikan lewat koleksi 58 gol di semua kompetisi.
Ollie Watkins masuk dalam daftar elite juru gedor setelah menjadi pemain ketiga yang mencapai 100 gol di Premier League setelah Mohamed Salah dan Erling Haaland.
Tuchel juga mengambil keputusan memanggil Ivan Toney yang mencetak 42 gol di Liga Arab Saudi sekaligus dikenal sebagai salah satu eksekutor penalti terbaik.