Oklahoma City Thunder berhasil menumbangkan San Antonio Spurs dengan skor 122-113 pada pertandingan kedua Final Wilayah Barat playoff NBA yang berlangsung Rabu malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat kedudukan kedua tim kini menjadi imbang 1-1.
Dilansir dari Sporting News, San Antonio Spurs menelan kekalahan akibat rentetan kesalahan yang menumpuk di akhir laga meskipun terus memberikan perlawanan. Kekalahan ini terjadi di tengah badai cedera yang menimpa barisan penjaga Spurs, termasuk Dylan Harper dan De'Aaron Fox.
Kondisi tersebut memaksa pelatih Mitch Johnson memberikan tanggung jawab besar kepada pemain muda Stephon Castle untuk mengatur serangan. Meski melakukan sembilan kali kesalahan kehilangan bola yang memberikan momentum ofensif bagi Thunder, Castle sukses mencetak rekor sejarah baru di NBA.
Pebasket muda Spurs itu mengemas 25 poin dengan akurasi tembakan 58,8 persen, delapan asis, lima rebound, dan satu kali senapan bola. StatMuse mencatat Castle menjadi pemain termuda dalam sejarah liga yang mampu membukukan minimal 25 poin, 5 rebound, dan 5 asis dalam sebuah laga final wilayah.
Sebelum kekalahan pada Game 2 ini, San Antonio Spurs sempat mencuri kemenangan 122-115 lewat babak dua kali perpanjangan waktu pada Game 1 hari Senin. Dilansir dari CBS Sports, performa dominan Victor Wembanyama yang mencetak 41 poin dan 24 rebound menjadi faktor utama keunggulan awal Spurs dalam seri ini.
Sistem simulasi SportsLine Projection Model sebenarnya sempat mengunggulkan Spurs untuk mempertahankan performa defensif mereka setelah mencatat rekor infasif 3-1 di markas Thunder musim ini. Namun, sang juara bertahan NBA yang mengantongi 64 kemenangan di musim reguler tersebut mampu bangkit meredam perlawanan tim tamu.
Pertandingan berikutnya untuk seri Final Wilayah Barat ini akan bergeser ke markas San Antonio Spurs untuk Game 3 dan Game 4.