Timnas Ekuador bersiap kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini menandai partisipasi keenam mereka dalam turnamen empat tahunan tersebut.
Skuad yang dikenal dengan julukan La Tri ini mencatatkan hasil gemilang selama fase kualifikasi di zona Amerika Selatan. Dilansir dari Bola, Ekuador berhasil menduduki peringkat kedua dalam klasemen akhir kualifikasi Conmebol.
Posisi tersebut menempatkan Ekuador di atas negara-negara besar seperti Brasil, Uruguay, dan Kolombia. Saat ini, mereka diakui sebagai kekuatan sepak bola terkuat kedua di Amerika Selatan, tepat berada di bawah juara dunia Argentina.
Ekuador menunjukkan perkembangan yang stabil dalam sejarah sepak bola modern sejak debut mereka di edisi 2002. Dari tujuh penyelenggaraan terakhir, tim ini hanya absen pada dua edisi, yakni Piala Dunia 2010 dan 2018.
Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Kala itu, La Tri sukses melaju hingga babak 16 besar setelah tampil impresif di fase grup.
Pada awal turnamen 2006, mereka menumbangkan Polandia 2-0 melalui gol dari Carlos Tenorio dan Agustin Delgado. Keberhasilan menahan imbang Inggris di babak awal juga menjadi catatan penting bagi perjalanan mereka saat itu.
Ekuador bahkan sempat membungkam Kosta Rika dengan skor telak 3-0. Namun, mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah Jerman yang menang 2-0 lewat aksi penyerang legendaris Miroslav Klose.
Hasil dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan membawa La Tri menjadi runner-up Grup A. Di babak gugur, mereka kembali bertemu dengan skuad The Three Lions dalam laga yang sangat ketat.
Langkah Ekuador pada edisi tersebut akhirnya terhenti setelah David Beckham mencetak gol tunggal pada menit ke-60. Meskipun empat edisi lainnya hanya berakhir di fase grup, konsistensi mereka tetap diakui di kawasan Amerika Selatan.
Transformasi di Bawah Kepemimpinan Sebastian Beccacece
Saat ini, Ekuador sedang membangun kekuatan baru di bawah arahan pelatih asal Argentina, Sebastian Beccacece. Kepemimpinan Beccacece menggantikan Felix Sanchez yang sebelumnya menangani tim di Piala Dunia 2022 Qatar.
Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) memutuskan untuk mengganti Felix setelah hasil yang dianggap kurang memuaskan pada ajang Copa America. Beccacece kemudian dipercaya untuk melakukan transformasi besar pada permainan tim.
Di tangan Beccacece, performa Ekuador melonjak drastis dengan mengumpulkan 29 poin sepanjang babak kualifikasi. Raihan poin tersebut membuat mereka lolos otomatis tanpa harus melewati fase play-off atau ronde tambahan.
Sektor pertahanan menjadi kunci utama kekuatan baru La Tri. Ekuador tercatat hanya kebobolan dua gol dalam 12 pertandingan kualifikasi yang mereka jalani di bawah komando sang pelatih baru.
Namun, sektor penyerangan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Beccacece dan tim pelatih. La Tri hanya mampu memproduksi sembilan gol dalam 12 laga, terpaut cukup jauh dari produktivitas gol Argentina.
Untuk putaran final Piala Dunia 2026 mendatang, Ekuador dipastikan tergabung dalam Grup E. Mereka akan bersaing dengan Pantai Gading, Curacao, serta tim unggulan utama, Jerman.