Tim nasional sepak bola Indonesia sukses menaklukkan Oman dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan uji coba resmi FIFA Matchday yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).
Kemenangan meyakinkan tersebut mengakhiri catatan buruk skuad Garuda yang sebelumnya sempat mengalami puasa kemenangan atas Oman selama 38 tahun berturut-turut, sebagaimana dilansir dari Suara.
Tiga gol penentu kemenangan skuad asuhan pelatih kepala John Herdman masing-masing dicetak melalui kontribusi dari Justin Hubner, Ole Romeny, serta penyerang Ragnar Oratmangoen.
Selain produktivitas lini depan, ketangguhan sektor pertahanan juga menjadi kunci krusial lewat performa impresif penjaga gawang Emil Audero yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Kiper berumur 29 tahun itu mencatatkan tiga penyelamatan penting, termasuk menggagalkan eksekusi penalti dari pemain Oman, yang sekaligus memperketat persaingan posisi utama bersama Maarten Paes dan Nadeo Argawinata.
Meskipun meraih hasil positif yang mempertebal kedalaman pertahanan tim, mantan penjaga gawang Cremonese dan Como 1907 tersebut mengingatkan seluruh rekan setimnya agar tidak lekas berpuas diri.
"Saya ingin memberikan pujian kepada seluruh pemain dan tim. Namun seperti yang sering kami bahas, kami harus menjaga standar tinggi," ucap Emil Audero usai pertandingan.
Pemain kelahiran Mataram yang pernah berseragam Juventus dan Inter Milan ini menilai pertandingan kompetitif semacam ini sangat krusial bagi kemajuan performa skuad nasional.
"Target kami adalah menembus Kualifikasi Piala Dunia dalam empat tahun mendatang. Untuk sampai ke sana, kami harus melewati banyak momen seperti hari ini," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa soliditas tim saat ini terus berkembang pesat pascakehilangan poin tipis dari tim nasional Bulgaria pada ajang FIFA Series yang berlangsung Maret lalu.
"Hasil hari ini adalah respons dari bulan Maret kemarin. Kami harus terus lakukan apa yang telah kami mulai," ujar Emil.
Menurut sang penjaga gawang, kedisiplinan dan kesesuaian taktik bersama jajaran kepelatihan menjadi modal utama tim untuk terus melangkah maju pada agenda-agenda internasional berikutnya.
"Kami harus fokus dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain. Malah harusnya, kami menetapkan standar yang lebih tinggi lagi," pungkas kiper yang pernah berseragam Juventus dan Inter Milan ini.