Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027 Bersama Jepang

Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027 Bersama Jepang

Timnas Indonesia menghadapi tantangan berat setelah tergabung dalam grup yang kompetitif pada ajang Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil pengundian, skuad Garuda akan bersaing dengan Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F.

Proses drawing konfederasi sepak bola Asia (AFC) tersebut dilangsungkan di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi, pada Sabtu (9/5/2026). Dilansir dari Bola, turnamen edisi ke-19 ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Grup F disebut sebagai grup neraka mengingat komposisi tim di dalamnya. Jepang merupakan kolektor gelar terbanyak sepanjang sejarah turnamen, sementara Qatar adalah jawara bertahan yang memenangkan dua edisi terakhir pada 2019 dan 2023.

Indonesia menempati Pot 4 dalam pengundian tersebut berdasarkan peringkat FIFA yang menduduki posisi ke-122 per 1 April 2026. Tantangan kian nyata karena Jepang saat ini merupakan tim peringkat tertinggi di Asia yang bertengger di posisi ke-18 dunia.

Jepang yang diperkuat pemain bintang seperti Kaoru Mitoma memegang rekor empat kali juara Piala Asia, meski prestasi terakhir mereka diraih pada 2011. Di sisi lain, Qatar menunjukkan perkembangan pesat sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Thailand sebagai rival sesama Asia Tenggara juga tidak bisa diremehkan. Tim berjuluk Gajah Perang tersebut merupakan pemilik tujuh gelar juara Piala AFF dan tercatat berhasil menembus babak 16 besar dalam dua edisi Piala Asia sebelumnya.

Respons Pelatih John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai hasil pengundian ini sebagai momentum penting bagi perkembangan tim. Ia memandang pertemuan dengan tim raksasa Asia sebagai bagian dari peta jalan menuju target jangka panjang.

“Saya pikir hasil drawing ini memberikan kita peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya,” ujar Herdman dalam rekaman audio yang diterima pada Minggu dini hari WIB.

“Kita akan menghadapi tim terbaik di AFC, kemudian menghadapi peserta Piala Dunia seperti Qatar, dan juga salah satu rival terbesar kita, Thailand.”

Herdman menegaskan bahwa tidak ada persaingan yang mudah pada level tertinggi di Benua Kuning. Baginya, status sebagai tim non-unggulan justru memberikan keuntungan tersendiri bagi anak asuhnya saat menghadapi tim papan atas.

“Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit. Tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit,” ujar Herdman.

“Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut.”

Artikel terkait

Rekomendasi