Timnas U17 Indonesia Taklukkan China pada Laga Pembuka Piala Asia

Timnas U17 Indonesia Taklukkan China pada Laga Pembuka Piala Asia

Timnas U17 Indonesia berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas China pada laga perdana Grup B Piala Asia U17 2026 yang berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026) malam. Keanu Sanjaya menjadi pahlawan kemenangan lewat gol tunggalnya di menit ke-87 setelah skuad Garuda Muda mampu meredam dominasi lawan sepanjang laga.

Hasil krusial ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan raihan tiga poin sekaligus memperbesar peluang untuk lolos ke fase berikutnya sebagaimana dilansir dari Bola. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini tampil disiplin dalam bertahan untuk mengatasi agresivitas China yang terus memberikan tekanan tinggi sejak peluit awal dibunyikan.

Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, menilai terdapat kemajuan signifikan dalam performa para pemain muda Indonesia. Ia menyoroti perbedaan mentalitas tim dibandingkan saat menderita dua kekalahan telak dari lawan yang sama pada pertandingan uji coba bulan Februari lalu.

"Sedikit kemajuan dibandingkan ketika Indonesia dikalahkan saat uji coba melawan China dua kali saat itu. Di laga ini pemain sudah lebih berani untuk misalnya pegang bola dan menekan lawan," kata Kesit B Handoyo, Pengamat Sepak Bola.

Meskipun mencatat hasil positif, Kesit memberikan catatan kritis mengenai koordinasi antarlini saat melakukan serangan balik. Ia menganggap tim masih memiliki celah pada aspek transisi yang perlu segera dibenahi sebelum menghadapi lawan berikutnya.

"Walaupun transisi dari bertahan ke menyerang itu masih mengkhawatirkan, belum optimal. Tapi setidaknya kemenangan 1-0 atas China ini bisa memberikan hasil yang sangat positif karena biasanya laga pertama itu tidak mudah," tambah Kesit B Handoyo.

Kesit berpendapat bahwa memori kekalahan sebelumnya justru menjadi motivasi tambahan bagi pemain di lapangan. Hal ini terlihat dari konsentrasi tingkat tinggi yang ditunjukkan untuk menghindari kesalahan serupa di masa lalu.

"Apalagi dua kekalahan yang dirasakan Indonesia dengan tim yang sama pasti membekas. Saya melihat para pemain Timnas U17 Indonesia tidak ingin mengulangi kesalahan dengan berbekal dua laga melawan China sebelumnya," ujar Kesit B Handoyo.

Efektivitas strategi pragmatis dengan formasi lima bek yang diterapkan pelatih menjadi kunci keberhasilan dalam membendung serangan China. Kesit menilai pendekatan tersebut sangat tepat sasaran dalam mematikan pergerakan lawan.

"Sehingga Indonesia bisa lebih tahu bagaimana kemudian harus mengatasi permainan China, walaupun harus bertahan dengan pola 5-4-1 tapi itu cukup efektif gitu ya," kata Kesit B Handoyo.

Persoalan ketenangan dalam penyelesaian akhir juga menjadi poin evaluasi yang disoroti oleh Ketua PWI Jaya tersebut. Ia mengamati kedua tim sama-sama kesulitan memaksimalkan peluang yang ada karena terburu-buru di depan gawang.

"Kalau berbicara ketenangan memang pemain masih belum tenang tapi semua diperlihatkan oleh China juga yang memperlihatkan banyak sekali melakukan penyerangan tapi dalam penyelesaian akhirnya juga tidak terlalu tenang, sehingga banyak peluang tapi tidak bisa cetak gol," ujar Kesit B Handoyo.

Indonesia dinilai lebih unggul dalam aspek efisiensi karena mampu mengonversi peluang minim menjadi gol kemenangan. Ketajaman di momen krusial inilah yang menjadi pembeda utama pada pertandingan di Jeddah tersebut.

"Sementara Timnas U17 Indonesia sedikit peluang dan mampu menyelesaikan satu peluang emas yang kemudian bisa menjadi gol," sambung Kesit B Handoyo.

Kemenangan perdana ini dipandang sebagai modal psikologis yang sangat berharga untuk menatap pertandingan kedua melawan Qatar. Kesit optimistis satu kemenangan lagi akan mengunci tiket ke perempat final sekaligus menjaga asa menuju Piala Dunia U17.

"Ini hasil yang bagus untuk menghadapi laga kedua melawan Qatar ya semoga bisa kembali menang. Karena kalau itu bisa dicapai maka harapan Indonesia untuk lolos di babak selanjutnya dan dipastikan melaju ke Piala Dunia U17 berikutnya akan lebih besar," kata Kesit B Handoyo.

Pencapaian target tersebut kian nyata mengingat status dua tim teratas grup yang berhak melaju ke fase gugur. Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada laga pamungkas grup setelah menyelesaikan pertandingan kontra Qatar.

"Dengan Indonesia dua kali menang dipastikan satu tempat akan dimiliki Indonesia. Tinggal terakhir menghadapi Jepang walaupun secara penampilan yang belum menyakinkan hasil akhir menunjukkan Timnas U17 meraih kemenangan menjadi modal yang baik," pungkas Kesit B Handoyo.

Artikel terkait

Rekomendasi