Timnas U17 Indonesia Hadapi Tantangan Berat Melawan China di Arab Saudi

Timnas U17 Indonesia Hadapi Tantangan Berat Melawan China di Arab Saudi

Timnas U17 Indonesia dijadwalkan menghadapi tantangan besar melawan China pada laga pembuka Grup B Piala Asia U17 2026 di Lapangan A King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026) pukul 23.30 WIB. Dilansir dari Bola, pengamat sepak bola Kesit B Handoyo memprediksi langkah Garuda Muda tidak akan berjalan mudah.

Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini berada di grup kompetitif bersama Jepang, Qatar, dan China. Status Indonesia sebagai tim yang lolos ke Piala Dunia U17 2025 melalui jalur kualifikasi untuk pertama kalinya memberikan ekspektasi tinggi sekaligus beban psikologis bagi tim kepelatihan.

“Jadi beban berat bagi Kurniawan karena predikat Indonesia sebagai tim yang lolos ke piala Dunia U17 2025 untuk pertama kalinya dari babak kualifikasi,” kata pengamat yang biasa disapa Bung Kesit, Kesit B Handoyo.

Kesit menambahkan bahwa rekam jejak impresif pada edisi sebelumnya, di mana Indonesia menjuarai fase grup tanpa terkalahkan, meningkatkan standar bagi tim saat ini. Pencapaian tersebut membuat rival-rival di tingkat benua kini memperhitungkan kekuatan Indonesia sebagai pesaing serius.

“Selain itu catatan yang bagus dibuat Timnas U17 Indonesia di Piala Asia sebelumnya di mana Indonesia tidak terkalahkan di 3 laga babak penyisihan dan tampil sebagai juara grup lolos ke babak perempat final walaupun akhirnya kalah dari Korea utara,” imbuh Kesit B Handoyo.

Krusialnya pertandingan perdana melawan China menjadi sorotan utama karena dianggap sebagai penentu momentum. Berdasarkan catatan uji coba sebelumnya, Indonesia sempat mengalami kekalahan telak dari tim asal Negeri Tirai Bambu tersebut yang menunjukkan kualitas lawan yang sedang berkembang pesat.

“Masalahnya Indonesia bisa tidak mengalahkan China? Tim muda yang sedang berkembang terbukti kita uji coba dengan mereka kita kalah telak di laga pertama. Artinya bahwa China bukan lawan yang mudah kemudian bisa ditaklukkan Indonesia,” ucap Kesit B Handoyo.

Meskipun memiliki catatan kurang impresif saat uji coba, Kesit meyakini situasi di turnamen resmi akan berbeda. Ia menekankan pentingnya meraih kemenangan di awal guna menjaga asa melaju ke fase gugur dan mengamankan tiket ke Piala Dunia berikutnya.

“Oke pertandingan memang belum dimulai, artinya kesempatan sama peluangnya tetap 50:50 harapannya Indonesia bisa mengawali laga dengan kemenangan karena ini menjadi starting point yang bagus bagi Indonesia untuk melangkah ke laga selanjutnya,” sambung Kesit B Handoyo.

Keberhasilan mengamankan poin penuh dari China dinilai akan mempermudah jalan saat bertemu Qatar dan Jepang nantinya. Skenario hasil imbang melawan Qatar dianggap sudah cukup baik untuk memperbesar peluang kelolosan tim dari babak penyisihan grup.

“Kalau Indonesia bisa memetik angka penuh lawan China kemudian bisa berlanjut menghadapi Qatar dengan hasil seri itu akan menjadi catatan bagus. Paling tidak peluang Indonesia untuk bisa lolos ke persaingan grup sekaligus bisa memastikan diri lolos ke Piala Dunia U17 2026 ini semakin besar,” tutur Kesit B Handoyo.

Namun, Kesit juga memberikan catatan kritis mengenai aspek persiapan yang dianggap tidak seoptimal generasi sebelumnya. Faktor durasi persiapan yang pendek serta kurangnya jam terbang pemain dalam kompetisi aktif menjadi kendala yang harus segera diatasi oleh pelatih.

“Belum setangguh generasi Timnas U17 sebelumnya yang saat itu masih ada Fadly (Alberto), (Zahaby) Goly, Evandra (Florasta), dan lain-lain. Yang kali ini ditangani Kurniawan persiapannya tidak sebaik tim sebelumnya Nova Arianto, hanya dipersiapkan dalam ya waktu pendek lah boleh jadi kendala tersendiri untuk Timnas U17,” ujar Kesit B Handoyo.

Kondisi fisik dan kekompakan tim menjadi perhatian khusus mengingat perbedaan signifikan dengan masa kepelatihan sebelumnya. Kesit menilai para pemain saat ini menghadapi tantangan besar karena minimnya keterlibatan dalam kompetisi rutin sebelum turnamen dimulai.

“Karena pemain yang tergabung tidak aktif dalam kompetisi, mereka hanya melakukan persiapan yang menurut saya tidak seoptimal tim sebelumnya,” imbuh Kesit B Handoyo.

Terlepas dari berbagai hambatan teknis, aspek mental dan kerja keras pemain di lapangan akan menjadi kunci utama di Arab Saudi nanti. Target minimal adalah menyamai prestasi sebelumnya dan kembali menembus kualifikasi turnamen tingkat dunia.

“Ya semoga saja Indonesia bisa melewati rintangan ini tapi sekali lagi tidak gampang ini tugas berat yang harus dipikul oleh Kurniawan untuk bisa kembali meloloskan Indonesia ke Piala Dunia U17 sekaligus membuat minimal catatan yang sama dengan sebelumnya,” pungkas Kesit B Handoyo.

Artikel terkait

Rekomendasi