Tim Nasional Indonesia U-17 dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 tahun ini setelah menderita kekalahan 1-3 dari Jepang pada laga pamungkas Grup B. Pertandingan penentu tersebut berlangsung di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (12/5) malam WIB.
Hasil negatif ini menempatkan skuad asuhan Garuda Muda di posisi juru kunci klasemen akhir Grup B dengan koleksi 3 poin, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Meskipun memiliki poin yang sama dengan China dan Qatar, Indonesia kalah dalam perhitungan produktivitas gol sehingga tidak mampu beranjak dari dasar klasemen.
Jepang kokoh memuncaki klasemen dengan raihan 9 poin sempurna dari tiga pertandingan. Kegagalan ini sekaligus menghentikan ambisi Indonesia untuk mengulang pencapaian tahun lalu yang berhasil menembus Piala Dunia melalui jalur kualifikasi Piala Asia.
| Negara | Main | Poin | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Jepang | 3 | 9 | Lolos |
| China | 3 | 3 | Unggul Produktivitas |
| Qatar | 3 | 3 | Unggul Produktivitas |
| Indonesia | 3 | 3 | Juru Kunci |
Mantan pemain nasional Kurniawan Dwi Yulianto memberikan tanggapannya mengenai hasil yang diraih Mathew Baker dan rekan-rekan. Ia menekankan bahwa perjalanan karier para pemain muda ini tidak berhenti pada turnamen ini saja.
"Karier mereka masih panjang. Saya berharap mereka terus tumbuh berkembang dan menjadi pemain-pemain yang akhirnya bisa berprestasi ke depannya," katanya Kurniawan Dwi Yulianto, dalam rilis yang diterima Detik Sport.
Kurniawan juga menitipkan pesan mendalam kepada para penggawa tim nasional agar tetap menjaga profesionalisme dalam berlatih demi jenjang usia selanjutnya. Ia berharap pengalaman pahit di Jeddah menjadi batu loncatan untuk menembus skuad senior di masa depan.
"Saya berpesan kepada mereka bahwa ini bukan akhir segalanya. Karier mereka masih panjang, terus berlatih, terus menjadi pemain profesional yang sejati, dan berharap mereka bisa tampil di tim nasional, di level-level berikutnya, dan pada akhirnya bisa bermain di level tim nasional," ungkap Kurniawan Dwi Yulianto.