Timnas Indonesia U-17 Hadapi China pada Laga Perdana Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 Hadapi China pada Laga Perdana Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan menghadapi China pada laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026) pukul 23.30 WIB. Pertandingan ini menjadi langkah awal skuad Garuda Muda untuk mengejar target lolos ke babak gugur demi mengamankan tiket Piala Dunia U-17.

Ancaman serius datang dari lini serang China yang dihuni oleh Zhao Songyuan dan Shuai Weihao. Melansir laporan sport.detik.com, Zhao Songyuan pernah mencetak tiga gol ke gawang Indonesia dalam dua laga uji coba pada Februari lalu, saat Indonesia kalah 0-7 dan 2-3 dari tim Negeri Tirai Bambu tersebut.

Situs resmi AFC menyoroti ketajaman duet penyerang China yang tampil impresif selama babak kualifikasi dengan total koleksi 20 gol.

"China akan sangat bersemangat untuk segera memulai laga setelah kualifikasi yang mengesankan, di mana mereka memuncaki Grup A dengan poin maksimal dari lima pertandingan," tulis AFC.

Lembaga tersebut memaparkan bahwa kekuatan utama lawan terletak pada kemampuan penyelesaian akhir kedua penyerang mereka di depan gawang.

"Harapan besar bertumpu pada duet lini depan Zhao Songyuan dan Shuai Weihao, yang masing-masing mencetak 11 dan sembilan gol di babak kualifikasi," tulis ulasan itu menambahkan.

Di sisi lain, pemain bertahan Mathew Baker menyatakan keyakinannya terhadap kualitas skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto. Dilansir dari jatim.antaranews.com, pemain asal klub Melbourne City tersebut menilai Indonesia memiliki modal disiplin dan kemampuan menciptakan peluang yang baik untuk bersaing di tingkat Asia.

"Kami memiliki kemampuan untuk menguasai permainan dan menciptakan peluang. Kami disiplin dan berani menekan ketika kehilangan bola," ujar Baker.

Pemain berusia 16 tahun itu menekankan bahwa atmosfer di dalam tim sangat positif menjelang pertandingan perdana grup.

"Jadi, saya percaya kami mempunyai peluang yang sangat bagus untuk lolos ke Piala Dunia," kata Baker.

Meski terdapat tekanan besar dalam turnamen ini, Baker menegaskan bahwa seluruh pemain tetap menjaga konsentrasi pada peran masing-masing.

"Tim ini sangat solid. Tekanan memang selalu ada, tetapi kami fokus pada tugas masing-masing dan saling mendukung. Yang terpenting adalah menjaga momentum perkembangan yang sudah ada. Menurut saya, kekuatan terbesar tim ini adalah resiliensi atau daya tahan, terutama menghadapi situasi sulit," tutur Baker.

Bek yang berpengalaman di Piala Dunia U-17 sebelumnya itu kini mulai mengambil tanggung jawab lebih besar untuk membantu rekan-rekan setimnya.

"Saya memiliki pengalaman dua tahun bersama Indonesia dan di level klub dengan Melbourne City. Saya berusaha membagikan pengalaman itu untuk membantu pemain lain berkembang. Saya mulai mengambil peran kepemimpinan, apalagi dengan kepercayaan staf pelatih," ujar dia.

Sementara itu, pelatih Irak Graham Arnold memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sempat melibatkan Indonesia. Dalam wawancara yang dikutip bola.com, Arnold menyoroti adanya perubahan regulasi mendadak yang merugikan beberapa tim dalam penentuan posisi klasemen akhir.

"Mereka memang lolos. Kami memiliki selisih gol yang sama dan poin yang sama. Mereka mencetak gol lebih banyak, dan aturan penentuan diubah menjadi jumlah gol terbanyak," ujar Arnold.

Arnold menjelaskan dampak teknis dari perubahan aturan tersebut yang membuat Irak harus melalui jalur play-off sementara tim lain melenggang langsung.

"Mereka mencetak tiga gol, kami mencetak satu gol. Jadi, meskipun selisih gol dan poin sama, Arab Saudi lolos karena mencetak lebih banyak gol dibanding kami," jelas Arnold.

Mantan pelatih Australia itu juga menyayangkan ketidakadilan yang dirasakan skuad Garuda akibat penunjukan tuan rumah yang dianggap menguntungkan pihak tertentu.

"Pada titik itu, Arab Saudi langsung lolos ke Piala Dunia. Anda harus menjalani play-off tambahan, yang akan kita bahas nanti, dan itu situasi yang luar biasa," tutur Arnold.

Arnold menambahkan bahwa dirinya merasa simpati dengan kondisi yang harus dihadapi Indonesia saat berkompetisi di putaran keempat tersebut.

"Ya, saya harus mengatakan bahwa pada babak play-off itu saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil," imbuh Arnold.

Persoalan lokasi pertandingan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal di tempat netral juga menjadi poin keberatan Arnold.

"Mereka harus bermain di Arab Saudi dan di Qatar. Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa play-off akan dimainkan di tempat netral," ucap Arnold.

Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui keputusan akhir mengenai penunjukan tuan rumah grup yang tidak merujuk pada peringkat dunia.

"Namun, saat undian resmi dilakukan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah. Saya sempat berpikir itu kabar baik karena kami berharap bisa menjadi tuan rumah," jelas Arnold.

Data ranking FIFA menunjukkan ketidakkonsistenan dalam pemilihan penyelenggara pertandingan kualifikasi tersebut.

"Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Namun entah bagaimana Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut," ungkap Arnold.

Jadwal pertandingan yang sangat padat bagi Indonesia di Arab Saudi turut menjadi sorotan tajam karena minimnya waktu istirahat pemain.

"Kemudian Indonesia datang pada hari Senin, beberapa pemain bahkan baru tiba hari Selasa, dan mereka harus langsung bermain pada Rabu malam melawan Arab Saudi," tutur Arnold.

Kesenjangan waktu pemulihan antar tim dianggap Arnold sebagai faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan di lapangan.

"Setelah itu kami menghadapi Indonesia pada Sabtu malam dan berhasil menang. Sementara itu, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam hingga tujuh hari, sedangkan kami hanya memiliki jeda dua hingga tiga hari setelah pertandingan melawan Indonesia sebelum harus menghadapi Arab Saudi," ucap Arnold.

Artikel terkait

Rekomendasi