Tim nasional Inggris memetik kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba di Stadion Raymond James, Tampa, Amerika Serikat, pada Sabtu (6/6/2026) waktu setempat sebagai persiapan menjelang Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Suara.
Gol tunggal penentu kemenangan skuad The Three Lions tersebut dicetak oleh kapten tim, Harry Kane, menjelang berakhirnya babak pertama setelah sukses memanfaatkan umpan silang Djed Spence melalui sundulan ke sudut tiang jauh gawang lawan.
Meskipun Inggris diunggulkan karena berstatus favorit juara sedangkan Selandia Baru merupakan kontestan berperingkat FIFA terendah di posisi ke-85, performa minimalis anak asuhnya memicu gelombang sorotan hingga membuat manajer Thomas Tuchel melayangkan kritik sekaligus pembelaan.
"Saya tidak terlalu puas dengan hasil ini. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama," ucap Tuchel.
Manajer asal Jerman tersebut menilai intensitas permainan anak asuhnya baru mengalami peningkatan yang signifikan setelah jeda turun minum.
"Menurut saya, kami tampil lebih tajam di babak kedua, lebih agresif, baik saat menguasai bola maupun tidak, dan menciptakan lebih banyak peluang," beber Tuchel.
Mantan manajer Chelsea ini juga menyoroti hilangnya kedisiplinan posisi pemain pada 45 menit pertama sebagai penyebab tumpulnya lini serang Inggris.
"Di babak pertama, kami keluar dari posisi dan gaya permainan kami terlalu bebas," ujar Tuchel.
Ia menambahkan bahwa kebebasan posisi tersebut memperlambat aliran bola dan menyulitkan skema serangan balik.
"Hal itu memperlambat dan menyulitkan serangan balik karena kami tidak berada di posisi yang diinginkan saat mulai menyerang, jadi itulah intinya dari pertandingan ini," sambung Tuchel.
Guna memberikan konteks atas performa timnya, Tuchel meminta publik memahami keterbatasan masa persiapan akibat minimnya waktu kebersamaan antarpemain yang terakhir kali tampil bersama pada November lalu.
"Untuk memberi konteks, banyak pemain kami terakhir kali tampil bersama pada November, jadi sudah setengah tahun yang lalu," ucap Tuchel.
Di samping itu, perombakan susunan tim dilakukan agar semua pemain memiliki kesempatan bermain yang merata.
"Kami menjalani empat sesi latihan bersama dan benar-benar merombak susunan tim."
Tuchel menegaskan bahwa kombinasi susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan ini merupakan hal baru demi memberikan menit bermain.
"Jadi kami belum pernah bermain dengan kombinasi dan formasi ini sebelumnya agar semua orang mendapat kesempatan bermain 45 menit," imbuh Tuchel.
Selain kendala adaptasi taktis pemain, buruknya kualitas lapangan Stadion Raymond James yang tidak rata turut dikeluhkan karena menghambat aliran operan cepat, walau ia lega tidak ada pemain yang cedera.
"Dengan kondisi lapangan seperti ini sangat sulit untuk bermain di atasnya," jelas Tuchel.
Mantan juru taktik Chelsea tersebut menutup pernyataannya dengan mengonfirmasi kondisi fisik para pemainnya yang aman dari kekhawatiran cedera.
"Saya pikir tidak ada masalah cedera dan tidak ada kekhawatiran, tapi lapangan sangat tidak rata. Sulit untuk menggerakkan bola dengan cepat," pungkas Tuchel.
Satu agenda pertandingan uji coba terakhir dijadwalkan akan dilakoni Inggris melawan Kosta Rika di Orlando pada Rabu (10/6/2026), tepat satu minggu sebelum laga pembuka Piala Dunia 2026 menghadapi Kroasia.