Partisipasi Timnas Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 terancam batal jika rombongan tim tidak menjalani isolasi selama tiga pekan sebelum memasuki wilayah Amerika Serikat. Aturan ketat ini diberlakukan menyusul merebaknya wabah virus Ebola di Kongo sejak pekan lalu, seperti dilansir dari Detik Sport pada Jumat (22/5/2026).
Langkah preventif tersebut diambil setelah virus Ebola menyebabkan lebih dari 130 orang meninggal dunia dan hampir 600 orang terinfeksi hingga Jumat (22/5/2026). Akibat situasi ini, rencana pemusatan latihan selama tiga hari di Kinshasa beserta acara perpisahan dengan suporter telah dibatalkan, sehingga skuad asuhan Sebastien Desabre mengalihkan persiapan ke Belgia.
Pihak otoritas Amerika Serikat menegaskan pentingnya menjaga prosedur kesehatan ini demi keselamatan turnamen. Pemenuhan masa karantina menjadi syarat mutlak bagi rombongan tim agar diizinkan mendarat di kota tujuan mereka.
"Kami sudah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas 'gelembung' mereka selama 21 hari sebelum mereka dapat datang ke Houston pada tanggal 11 Juni," ujar Andrew Giuliani, direktur eksekutif White House Task Force for the World Cup kepada ESPN pada Jumat (22/5).
Pemerintah Kongo juga telah menerima peringatan serupa terkait konsekuensi jika melanggar protokol tersebut. Pembatasan ketat diterapkan pada akses masuk demi mengamankan wilayah perbatasan dari potensi penyebaran virus.
"Kami juga sudah sangat jelas kepada pemerintah Kongo, bahwa mereka perlu menjaga 'gelembung' itu atau mereka berisiko tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Kami tidak bisa lebih jelas lagi," kata Andrew Giuliani, direktur eksekutif White House Task Force for the World Cup.
Otoritas terkait tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan keamanan kesehatan di dalam negeri selama ajang berlangsung.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada apa pun yang akan masuk atau mendekati perbatasan kami di sini," ujar Andrew Giuliani, direktur eksekutif White House Task Force for the World Cup.
Saat ini, mayoritas pemain RD Kongo berbasis di luar negeri, terutama di Prancis, dan beberapa staf yang tinggal di Kongo sudah bertolak meninggalkan negara mereka pekan ini. Tim dijadwalkan melakoni dua laga uji coba di Belgia sebelum berangkat menuju Amerika Serikat.
Kehadiran personel baru di luar rombongan utama juga harus mengikuti aturan isolasi yang ketat. Jika ditemukan gejala penyakit pada anggota tim, hal tersebut dapat mengancam status kepesertaan seluruh skuad di turnamen.
"Jika ada orang lain yang akan datang, mereka perlu berada dalam 'gelembung' terpisah dari tim tersebut. Jika mereka akhirnya datang, dan salah satu dari orang-orang itu menunjukkan gejala, mereka berisiko membahayakan seluruh tim untuk dapat datang dan berkompetisi di Piala Dunia ini," lanjut Andrew Giuliani, direktur eksekutif White House Task Force for the World Cup.
Berdasarkan hasil undian, RD Kongo menempati Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Pertandingan perdana melawan Portugal dijadwalkan berlangsung di Houston pada 17 Juni, diikuti laga kontra Kolombia di Guadalajara pada 23 Juni, dan pertandingan melawan Uzbekistan di Atlanta pada 27 Juni.