Tim nasional Meksiko bersiap mengukir sejarah baru sebagai negara yang paling sering menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terakbar di dunia. Seperti dikutip dari Suara, skuad berjuluk El Tri ini membawa ambisi besar untuk mengakhiri kutukan 40 tahun gagal menembus babak perempat final.
Di bawah arahan pelatih veteran Javier Aguirre, Meksiko menunjukkan perkembangan signifikan dengan mencatatkan rekor delapan pertandingan tanpa kekalahan sepanjang 2026. Kehadiran kembali Aguirre memberikan stabilitas instan setelah ia berhasil membawa tim menjuarai Piala Emas CONCACAF dan Nations League.
Meskipun sering mendapat kritik karena pendekatan pragmatis, data menunjukkan bahwa El Tri kini tampil lebih berani dalam menguasai bola. Transformasi gaya bermain ini terlihat jelas saat mereka menghadapi tim-tim elite asal Eropa seperti Belgia dan Portugal.
Fokus utama Javier Aguirre sejak kembali memimpin adalah memperkuat organisasi pertahanan yang kini bertumpu pada Jorge Sánchez, César Montes, Edson Álvarez, dan Jesús Gallardo. Kapten tim Edson Álvarez memegang peran unik sebagai bek tengah untuk menjaga stabilitas area pertahanan.
Edson Álvarez akan berduet dengan César Montes yang mencatatkan performa impresif di Liga Rusia sebagai pemilik clearance udara terbanyak kedua musim ini. Sementara itu, Jesús Gallardo di sektor sayap kiri diproyeksikan menjadi motor serangan dari lini belakang berkat rekor gol dan assistnya bersama Toluca di Liga MX.
Sektor penjaga gawang juga menyajikan persaingan ketat antara kiper muda Raúl Rangel yang dikenal tenang dan kiper legendaris Guillermo Ochoa. Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut secara sensasional masuk dalam skuad Piala Dunia keenamnya, menyamai rekor milik Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Kombinasi Pemain Muda dan Kreatif
Lini tengah Meksiko kini dihiasi oleh wajah-wajah baru yang memiliki daya jelajah tinggi serta kreativitas mumpuni. Salah satunya adalah Brian Gutiérrez yang langsung menjadi kepingan vital dengan menciptakan peluang terbanyak bagi El Tri sejak debutnya pada awal tahun.
Kehadiran Álvaro Fidalgo, gelandang naturalisasi lulusan akademi Real Madrid, turut memberikan dimensi baru dalam akurasi operan dan kemampuan memecah pertahanan lawan. Namun, perhatian publik dipastikan tertuju pada Gilberto Mora, pemuda 17 tahun yang menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2026.
Gilberto Mora dikenal sebagai gelandang serang lincah yang memiliki kemampuan dribel memikat, meski penampilannya di level klub sempat terganggu cedera ringan. Di lini depan, penyerang kawakan Raúl Jiménez tetap menjadi tumpuan utama dengan koleksi 20 gol dari 20 laga di bawah asuhan Aguirre.
Ambisi Mengulang Sejarah 1986
Dukungan lini serang Meksiko juga diperkuat oleh Armando “La Hormiga” González yang tampil tajam di liga domestik setelah membukukan 24 gol bersama Chivas. Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko bertekad menyamai pencapaian perempat final yang terakhir kali mereka raih pada edisi 1986.
Meksiko menorehkan rekor sebagai negara pertama yang menjadi penyelenggara Piala Dunia sebanyak tiga kali, yaitu pada 1970, 1986, dan 2026. Meskipun selalu melahirkan talenta berbakat, langkah El Tri selalu terhenti di babak 16 besar dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir secara beruntun.
Kembalinya Javier Aguirre diharapkan mampu menghapus trauma masa lalu tersebut melalui kombinasi mentalitas kuat pemain senior dan ledakan bakat generasi muda.