Timnas Paraguay dipastikan kembali meramaikan panggung sepak bola dunia pada edisi Piala Dunia 2026 mendatang. Kembalinya tim berjuluk La Albirroja ini mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun setelah terakhir kali berpartisipasi pada 2010 silam.
Seperti dikutip dari Suara, tim yang kini menempati peringkat 40 FIFA tersebut lolos dengan mengusung identitas permainan yang kuat. Di bawah kendali pelatih Gustavo Alfaro, Paraguay menonjolkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin.
Sepanjang sejarahnya, negara anggota CONMEBOL ini telah mencatatkan 10 kali penampilan di putaran final Piala Dunia. Partisipasi mereka tercatat pada tahun 1930, 1950, 1958, 1986, 1998, 2002, 2006, 2010, 2026, hingga edisi 2030 nanti.
Pencapaian paling membanggakan bagi publik Paraguay terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Los Guaraníes sukses mengukir sejarah dengan melaju hingga babak perempat final untuk pertama kalinya.
Langkah Paraguay menuju putaran final 2026 diwarnai dengan sejumlah hasil krusial di kualifikasi zona Amerika Selatan. Mereka berhasil mengamankan kemenangan penting 2-0 atas Uruguay dan menundukkan Peru dengan skor tipis 1-0.
Meskipun menunjukkan tren positif di kualifikasi, performa tim asuhan Gustavo Alfaro ini dinilai masih membutuhkan stabilitas. Dalam beberapa laga uji coba internasional, Paraguay tercatat mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Brasil, Korea Selatan, dan Maroko.
Namun, potensi ancaman La Albirroja tetap terlihat ketika mereka mampu bermain secara efektif. Hasil kemenangan melawan Meksiko serta skor imbang menghadapi Jepang membuktikan bahwa organisasi permainan mereka sulit ditembus jika bermain disiplin.
Kekuatan Pertahanan dan Transisi Cepat
Filosofi permainan Paraguay di era Gustavo Alfaro bertumpu pada blok pertahanan yang rapat. Strategi ini dikombinasikan dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang yang menjadi senjata mematikan bagi lawan.
Ketangguhan ini sudah teruji saat mereka memetik kemenangan 2-1 atas Meksiko dan mengalahkan Yunani. Paraguay menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan lawan sebelum memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi gol.
Generasi Baru dan Pemain Kunci
Skuad Paraguay saat ini dihuni oleh kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat. Kapten Gustavo Gomez menjadi sosok sentral yang memimpin lini belakang sekaligus menjaga moral rekan-rekannya di lapangan.
Di sektor penyerangan, muncul nama Julio Enciso sebagai bintang masa depan. Penyerang berusia 22 tahun ini dianggap sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di Amerika Selatan setelah menunjukkan performa impresif dalam kariernya di kompetisi Eropa.
Selain Enciso, lini tengah Paraguay diperkuat oleh Miguel Almiron yang dikenal memiliki kreativitas tinggi. Untuk urusan mencetak gol, tim masih mengandalkan pengalaman Antonio Sanabria serta ketajaman yang dimiliki oleh Alex Arce.