Perjalanan Timnas Paraguay menuju Amerika Serikat untuk mengarungi kompetisi Piala Dunia 2026 diawali dengan suasana religius yang kental. Skuad berjuluk Albirroja tersebut menjalani prosesi simbolis berupa ritual pembaptisan terhadap pesawat yang akan menerbangkan mereka.
Seperti dikutip dari Suara, agenda keberangkatan tim asuhan Gustavo Alfaro ini memicu gelombang antusiasme besar dari masyarakat setempat. Ribuan pendukung setia memadati area pelepasan mulai dari kawasan pusat latihan tim di Ypane hingga menuju Bandara Silvio Pettirossi.
Kehadiran massa yang membawa bendera serta spanduk dukungan melahirkan momen emosional sekaligus menyalakan optimisme tinggi. Publik berharap banyak pada momentum ini setelah Paraguay absen dari panggung tertinggi sepak bola dunia selama 16 tahun.
Proses pemberangkatan sempat mengalami perubahan jadwal dari yang semula direncanakan pada pukul 22.00 waktu setempat menjadi dini hari. Kendati terjadi penundaan, kondisi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat para suporter yang bertahan untuk mengantar tim nasional mereka.
Sesaat sebelum memasuki pesawat, pelatih Gustavo Alfaro membagikan sebuah pesan mendalam yang ditujukan langsung kepada seluruh masyarakat Paraguay melalui surat terbuka.
"Kemenangan tidak bisa dijamin, tetapi sikap bisa. Kami akan menjaga identitas sejarah sepak bola Paraguay," tulis Gustavo Alfaro.
Skuad Paraguay dijadwalkan mendarat di San Jose, Amerika Serikat, untuk selanjutnya bersiap menghadapi laga pembuka Grup D melawan tim tuan rumah di Los Angeles. Di tengah persiapan tersebut, situasi kebugaran penyerang Julio Enciso yang sedang dibekap cedera terus mendapat pemantauan intensif dari staf medis.
Walaupun kondisi fisiknya belum sepenuhnya bugar, Gustavo Alfaro tetap memutuskan untuk memasukkan nama pemain muda tersebut ke dalam daftar skuad yang dibawa terbang. Julio Enciso sendiri terlihat dapat berjalan secara normal saat berada di area bandara menjelang keberangkatan tim.