Timnas Prancis Dilanda Konflik Internal Jelang Piala Dunia 2026

Timnas Prancis Dilanda Konflik Internal Jelang Piala Dunia 2026

Kondisi internal Timnas Prancis memanas hanya beberapa hari menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Perselisihan mencuat antara para pemain dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait pembatasan jumlah tiket pertandingan untuk keluarga pemain.

Seperti dikutip dari Suara, ketegangan ini terjadi dalam pertemuan yang berlangsung di Clairefontaine. Presiden FFF Philippe Diallo memberikan penawaran berupa dua tiket gratis dan enam tiket berbayar bagi setiap pemain.

Kebijakan tersebut langsung menuai respons negatif karena dianggap tidak memadai oleh skuad Les Bleus. Situasi ini memicu ketidakpuasan yang mendalam di dalam ruang ganti tim nasional.

Kendati suasana sedang memburuk, para pemain terpantau tetap profesional. Mereka tetap menghadiri dan menjalani agenda resmi bersama pihak sponsor sesaat setelah pertemuan dengan federasi selesai dilaksanakan.

Masalah yang dihadapi tim tidak terbatas pada urusan logistik tiket keluarga semata. Hubungan kedua belah pihak semakin menegang akibat proses negosiasi bonus turnamen yang belum menemui titik temu.

Persoalan keuangan ini sebenarnya sudah bergulir sejak Maret lalu saat federasi mengajukan permohonan pemotongan nilai bonus. Langkah FFF tersebut langsung mendapatkan resistensi dan penolakan dari para pemain.

Meskipun dialog paling akhir diklaim berjalan sedikit lebih konstruktif, kesepakatan belum tercapai. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penundaan pembayaran bonus hingga tim berhasil menembus babak semifinal.

Skema penundaan tersebut sengaja diusulkan dengan harapan mampu memusatkan insentif yang lebih besar bagi pemain saat memasuki fase krusial kompetisi.

Bayang-Bayang Tragedi Piala Dunia 2010

Di tengah konflik yang belum mereda, Prancis harus segera bersiap melakoni pertandingan pembuka mereka. Skuad Les Bleus masuk ke dalam Grup I bersama dengan Irak, Norwegia, dan Senegal.

Berdasarkan jadwal, Prancis akan berhadapan dengan Senegal pada 16 Juni di New Jersey. Namun, fokus tim dalam upaya memburu gelar juara dunia kini terancam buyar akibat friksi internal ini.

Situasi ini memicu kekhawatiran publik akan terulangnya memori kelam pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Prancis yang berada di bawah asuhan pelatih Raymond Domenech juga dilanda perpecahan internal yang parah.

Krisis pada tahun 2010 tersebut bermula dari keputusan pemulangan Nicolas Anelka yang dituduh melontarkan kata-kata kasar kepada pelatih. Akibatnya, performa tim Ayam Jantan merosot tajam dan tampil sangat memalukan.

Prancis saat itu menyudahi kompetisi sebagai juru kunci Grup A setelah hanya mampu mengamankan 1 poin dari total tiga pertandingan yang dimainkan.

Artikel terkait

Rekomendasi