Tim Nasional U17 Indonesia menelan kekalahan 0-2 saat menghadapi Qatar pada pertandingan kedua Grup B Piala Asia U17 2026 di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026). Dilansir dari Bola, hasil ini menjadi hambatan bagi skuad Garuda Muda setelah sebelumnya meraih kemenangan tipis atas China.
Dominasi permainan sebenarnya dipegang oleh anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Namun, kegagalan eksekusi penalti oleh Mathew Baker pada menit ke-16 yang digagalkan kiper Bakri Mohamed menjadi titik balik kegagalan Indonesia mengonversi peluang menjadi gol.
Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai ada peningkatan kualitas permainan tim dibandingkan laga perdana. Ia menekankan bahwa efektivitas di depan gawang lawan menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang berlangsung di grup yang kompetitif tersebut.
"Tentunya ini adalah hasil yang harus membuat kita bersabar dulu ya. Karena ini memang sifatnya grup yang bisa dikatakan grup neraka dan kita akhirnya menelan kekalahan di laga kedua dan akan melakukan laga yang menurut saya berat di laga ketiga melawan Jepang," tutur Rizal Pahlevi.
Rizal juga menyoroti banyaknya kesempatan yang terbuang sia-sia meski secara skema penyerangan tim sudah tampil lebih agresif. Kegagalan penalti di babak pertama dianggap sangat krusial mengingat catatan impresif sang penendang pada laga-laga sebelumnya.
"Di laga kedua berhadapan dengan Qatar menurut saya dari segi menciptakan peluang sudah lebih bagus dari laga pertama," kata Rizal Pahlevi.
Rizal menambahkan bahwa pertandingan ini terasa berat karena banyak peluang yang tidak berbuah gol.
"Tapi memang ini adalah pertandingan yang sifatnya cukup kejam karena kita menciptakan banyak peluang yang sifatnya bisa dikonversi menjadi gol tapi sayang tidak bisa dimaksimalkan," sambung Rizal Pahlevi.
Mathew Baker yang ditunjuk sebagai algojo sebenarnya memiliki rekam jejak yang baik dalam urusan tendangan dua belas pas.
"Termasuk penalti di babak pertama dimana Mathew memiliki reputasi sebagai pengambil penalti khususnya di laga persahabatan melawan Arab Saudi pun dia mencetak gol dengan cara yang begitu baik," imbuh Rizal Pahlevi.
Setelah jeda antar babak, efisiensi serangan justru berpihak kepada Qatar yang sukses menyarangkan dua gol melalui Ayokunle Tokode dan Dhiaeddine Larbi Benyatla. Rizal menilai mentalitas bertanding para pemain goyah setelah tertinggal lebih dulu.
"Di pertandingan melawan Qatar ini kita ada faktor kurang beruntung dan akhirnya kita harus puas, tidak bisa memaksimalkan peluang penalti tersebut. Di babak kedua ketika Qatar mencetak gol tampaknya itu menjadi sebuah pukulan tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini," ujar Rizal Pahlevi.
Kondisi sulit untuk bangkit saat dalam keadaan tertinggal menjadi catatan serius bagi tim teknis selama satu tahun terakhir. Hal ini dianggap sebagai pola yang terus berulang dan memerlukan evaluasi mendalam.
"Saya menyoroti dalam periode 1 tahun terakhir sejak angkatan tahun lalu Timnas U17 ini memiliki sesuatu atau skenario yang mana kita selalu menemukan kesulitan saat dalam keadaan tertinggal terlebih dahulu," ujar Rizal Pahlevi.
Stagnasi permainan saat tertinggal dianggap menjadi hambatan utama dalam upaya menyamakan kedudukan.
"Itu menjadi karakteristik yang menurut harus menjadi bahan evaluasi. Karena itu menjadi kondisi yang masih terbukti sulit untuk mengembalikan keadaan atau setidaknya menyamakan kedudukan setelah ketinggalan," sambung Rizal Pahlevi.
Indonesia selanjutnya dijadwalkan menghadapi tim kuat Jepang pada Selasa (12/5/2026). Tim Samurai Biru tercatat tampil impresif dengan raihan dua kemenangan beruntun dan produktivitas gol yang tinggi.
"Yang praktis sejauh ini sudah meraih kemenangan dari dua laga dan mencetak 5 gol serta kebobolan 2 gol saja. Itu tentunya adalah tim sebenarnya yang bisa kita katakan akan menyulitkan di laga terakhir," ujar Rizal Pahlevi.
Walaupun menghadapi lawan tangguh, peluang untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka jika koordinasi permainan tetap terjaga. Rizal berharap Putu Ekayana dan rekan-rekannya bisa memberikan kejutan di laga penentu nanti.
"Kita bisa berharap pada laga terakhir tersebut dan sekaligus berharap laga lain juga menguntungkan bagi kita," pungkas Rizal Pahlevi.