Manajer Tim Pramac Racing Gino Borsoi mengungkapkan bahwa pebalap Toprak Razgatlioglu menunjukkan kemajuan adaptasi yang signifikan di MotoGP setelah sempat mengalami akhir pekan yang sulit di MotoGP Catalunya akhir pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Mantan juara dunia Superbike tersebut harus mengawali balapan utama dari posisi paling belakang akibat permukaan sirkuit yang licin, hingga akhirnya finis di posisi ke-16 setelah menerima penalti terkait tekanan ban.
Gino Borsoi menjelaskan situasi yang dihadapi oleh pebalap asal Turki tersebut selama proses adaptasinya menunggangi motor MotoGP yang dinilai sangat berbeda dengan karakter kompetisi sebelumnya.
"Ia bukan membalap dengan buruk, tapi gaya membalapnya masih seperti saat di Superbike," kata Gino Borsoi, Bos Pramac Racing.
Menurut Borsoi, kejuaraan MotoGP membutuhkan pendekatan berkendara yang berbeda karena karakter ban serta motor yang jauh lebih agresif dibandingkan dengan WSBK.
"Tidak ada cukup waktu untuk mengubah gaya membalap secara drastis. Tapi di MotoGP memang harus ada adaptasi karena karakter ban dan motor di sini berbeda," ujar Gino Borsoi.
Borsoi menegaskan bahwa perubahan gaya berkendara seorang pebalap tidak dapat dilakukan secara instan di tengah musim yang sedang berjalan karena keterbatasan waktu.
"Sulit melakukan itu saat balapan karena waktunya terbatas dan semua rider pasti fokus mengejar hasil. Untuk mengubah gaya membalap, seorang pebalap harus rela kehilangan waktu, dan tidak ada rider yang suka melakukan itu," kata Gino Borsoi.
Kendati menghadapi fase adaptasi yang berat, mantan pebalap tersebut melihat bahwa penyesuaian gaya balap ini merupakan sebuah proses penting demi hasil jangka panjang yang lebih baik.
"Sekarang Toprak sudah mulai mencoba pendekatan itu. Mungkin dia harus mundur dua langkah dulu sebelum nantinya bisa melompat empat langkah ke depan saat semuanya sudah sinkron," ujar Gino Borsoi.
Berdasarkan data telemetri milik Yamaha, kemajuan performa mantan juara WSBK itu kini sudah mulai terlihat menyamai catatan pebalap utama di beberapa sektor sirkuit.
"Dari data yang kami lihat, di banyak tikungan dia sudah mulai belajar membalap seperti Quartararo," kata Gino Borsoi.
Borsoi menambahkan bahwa potensi besar yang dimiliki pebalap baru tersebut hanya membutuhkan waktu penyesuaian yang cukup agar dapat tampil maksimal di kategori ini.
"Potensinya ada. Kami hanya perlu menunggu dan memberinya waktu untuk beradaptasi dengan kategori baru ini," ujar Gino Borsoi.
Pada beberapa momen di balapan Catalunya, catatan waktu putaran terbaik milik pebalap Turki tersebut terpaut 0,630 detik dari pemenang lomba Fabio Di Giannantonio.
"Kalau melihat gap saat balapan, Quartararo memang jadi acuan utama. Tapi ada momen ketika Toprak bisa mencatat lap hanya setengah detik di belakang para pemimpin lomba," ujar Gino Borsoi.