SCU Torreense Raih Gelar Juara Piala Portugal Usai Kalahkan Sporting CP

SCU Torreense Raih Gelar Juara Piala Portugal Usai Kalahkan Sporting CP

Klub divisi dua SCU Torreense secara mengejutkan berhasil merengkuh trofi setelah menumbangkan juara bertahan Sporting CP dengan skor 1-2 dalam laga final Piala Portugal edisi ke-86 di Stadion Nasional, Jamor, Oeiras, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kemenangan bersejarah ini sekaligus menggagalkan ambisi Sporting CP untuk meraih gelar piala ke-19 mereka, setelah sebelumnya mengamankan posisi kedua di Primeira Liga dan lolos ke Liga Champions.

Torreense, yang menempati peringkat ketiga di Liga Segunda, langsung mengejutkan lawan lewat gol sundulan Kevin Zohi setelah memanfaatkan umpan tendangan sudut Javi Vázquez saat pertandingan baru berjalan empat menit.

Sporting CP baru bisa menyamakan kedudukan pada awal babak kedua melalui tembakan berputar Luis Suárez yang memanfaatkan kegagalan lini belakang Torreense dalam menghalau bola.

Pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah skor imbang bertahan hingga waktu normal habis, di mana Sporting CP mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan kompak lawan.

Petaka bagi Sporting CP terjadi pada menit ke-110 ketika Maximiliano Araújo diganjar kartu merah dan menyebabkan hukuman penalti yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh Torreense untuk mengunci kemenangan 1-2.

Bagi Torreense, kesuksesan ini menjadi catatan sejarah tersendiri mengingat mereka baru kembali ke partai final di Jamor setelah 70 tahun, sejak terakhir kali dikalahkan FC Porto pada tahun 1956 silam.

Kekalahan Sporting CP ini juga sekaligus memupus harapan klub Famalicão untuk melakukan debut di kompetisi UEFA Liga Konferensi, yang sebelumnya bergantung pada kemenangan skuad asuhan Rui Borges tersebut.

Dilansir dari pojokpapua.id dan bolanarede.pt, pelatih Sporting CP Rui Borges menyatakan telah mewanti-wanti anak asuhnya untuk memberikan rasa hormat tertinggi kepada tim lawan sebelum laga dimulai.

"Mais despedidas? Não quero perder ninguém" kata Rui Borges, Pelatih Sporting CP.

Borges mengungkapkan bahwa pengalamannya yang merangkak dari kasta bawah membuat dirinya sangat memahami motivasi tinggi yang dimiliki para pemain Torreense saat menghadapi tim besar.

"A mensagem foi clara desde o primeiro momento, o máximo respeito. Vim de escalões inferiores enquanto atleta e treinador e percebo o quanto estes jogadores se transcendem perante as grandes equipas. Do outro lado, as grandes equipas tendem a entrar num facilitismo que pode sair caro. O máximo respeito. Tentei passar isso para a equipa. Se o Torreense está aqui é because teve muito mérito. Mais do que olhar para o Torreense de uma forma depreciativa do escalão, é olhar com respeito para uma equipa que está aqui com todo o valor e mérito. Vamos ter de defrontá-los com a máxima das responsabilidades. Voltar ao Jamor é maravilhoso. É algo que marca, sonhava um dia estar aqui presente. Estou ansioso, porque todos os jogos da Taça me deixam assim. São os jogos que mais me deixam ansioso e stressado. Feliz por poder estar aqui novamente. É algo indescritível" ujar Rui Borges, Pelatih Sporting CP.

Ia juga menegaskan pentingnya motivasi mengakhiri musim dengan trofi juara demi menjaga gengsi klub untuk terus berkompetisi di level sepak bola tertinggi.

"Não pode haver maior motivação do que acabar a época com um troféu. Os jogadores têm de ter essa noção. Se queremos estar nas melhores competições, temos de assumir as responsabilidades de que queremos estar nos melhores. O Morita e o Quenda são dois jogadores que vão embora, é dar-lhes esse prazer de saírem com mais uma conquista. Eu, tal como sou aqui, sou com os jogadores. Tento ser o mais claro possível. Às vezes a simplicidade do diálogo é melhor. Tento ser o mais normal possível com os jogadores e o mais honesto. Eles depois ganham o respeito deles. Há grandes treinadores mesmo nos escalões inferiores. Os treinadores portugueses são de excelência. Depois é saber lidar com 30 cabeças diferentes. Fui um jogadorzinho" jelas Rui Borges, Pelatih Sporting CP.

Mengenai rencana masa depan klub, Borges menyebutkan bahwa komposisi skuad untuk musim depan akan sangat bergantung pada ketersediaan pemain yang bertahan di tim.

"Há coisas que vamos moldando, dependerá dos jogadores que tivermos à nossa disposição" tutur Rui Borges, Pelatih Sporting CP.

Borges menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang telah membantunya berkembang selama menukangi tim.

"Já disse que sou muito frio. Não quero perder ninguém. O que posso dizer a qualquer jogador é agradecer por me respeitarem. Tem a ver com aquilo que dão por mim. Quando entro nos meus grupos, a primeira coisa que digo é que não vou fazer deles melhores jogadores, vou é ajudá-los a crescer. São os jogadores que fazem de mi treinador. Por mais que ache que seja bom treinador, se eles não acreditarem em mim, não há quem sobreviva" ungkap Rui Borges, Pelatih Sporting CP.

Setelah memenangi laga final ini, skuad Torreense kini langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi laga leg kedua play-off promosi ke Primeira Liga melawan Casa Pia yang akan digelar di Rio Maior pada Kamis mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi