Tottenham Hotspur Berjuang Degradasi Menjelang Pekan Terakhir Liga Inggris

Tottenham Hotspur Berjuang Degradasi Menjelang Pekan Terakhir Liga Inggris

Tottenham Hotspur dan West Ham United bersaing ketat untuk menghindari degradasi ke kasta kedua pada pekan terakhir Liga Inggris yang dijadwalkan berlangsung serentak pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 22.00 WIB.

Dilansir dari CNN Indonesia, Tottenham kini berada di peringkat ke-17 dengan 38 poin, sedangkan West Ham menguntit di posisi ke-18 dengan koleksi 36 poin. Poin kedua tim berpotensi kembar menjadi 39 di akhir musim jika Tottenham bermain imbang dengan Everton dan West Ham menumbangkan Leeds United.

Situasi tersebut menyerupai hasil akhir Indonesia Super League 2025/2026 saat Persib Bandung meraih juara setelah bermain imbang 0-0 kontra Persijap Jepara pada Sabtu, 23 Mei 2026, sementara Borneo FC menang 7-1 atas Malut United sehingga kedua tim sama-masing mengumpulkan 79 poin. Persib berhak atas trofi juara karena keunggulan catatan head-to-head atas Borneo FC.

Namun, regulasi Liga Inggris memprioritaskan selisih gol sepanjang musim ketimbang head-to-head untuk menentukan posisi tim berpoin sama. Tottenham saat ini memiliki selisih gol minus 10, jauh lebih aman dibandingkan West Ham yang mencatatkan minus 22, sehingga West Ham hanya bisa selamat apabila Tottenham menelan kekalahan.

Menyikapi situasi kritis ini, Manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menyatakan komitmen penuh untuk tetap melatih klub London Utara tersebut meskipun mereka harus turun kasta ke Championship musim depan. Melansir laporan Goal.com, pelatih asal Italia yang diikat kontrak lima tahun sejak Maret itu menegaskan kesetiaannya terhadap proyek jangka panjang klub.

"Ya, saya mengonfirmasi semuanya. Bagi saya, menjadi pelatih Tottenham tetap merupakan suatu kehormatan, bahkan jika pada hari Minggu kami bermain untuk menghindari degradasi, itu bukan masalah. Saya menganggap sepak bola lebih dari sekadar klasemen, lebih dari sekadar level permainan," kata Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

De Zerbi menambahkan bahwa dirinya sudah menyadari besarnya tanggung jawab dan kesulitan tugas yang ia emban sejak pertama kali tiba menggantikan posisi pelatih sementara Igor Tudor.

"Saya tidak datang ke sini saat klub berada di papan tengah," jelas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Ia juga memaparkan bahwa kondisi tim tidak banyak berubah sejak kedatangannya meskipun jumlah pertandingan yang dihadapi kini lebih banyak.

"Situasinya seperti ini, lebih banyak pertandingan tetapi situasinya tidak terlalu berbeda. Jika saya datang, itu karena saya pikir ada kondisi yang tepat, kualitas yang tepat, dan pemain yang tepat untuk mencapai target," tutur Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Arsitek tim yang pernah membawa klub lamanya menjuarai Liga Europa di Bilbao setahun lalu itu menegaskan bahwa komitmennya tidak akan goyah oleh hasil akhir pertandingan West Ham ataupun posisi klasemen.

"Saat menandatangani kontrak lima tahun, saya menegaskan bahwa saya akan tetap berada di klub ‘apa pun yang terjadi’ musim depan," tegas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Menjelang laga penentu kontra Everton di Tottenham Hotspur Stadium, De Zerbi menuntut fokus penuh dari anak asuhnya dan mengibaratkan tekanan laga ini lebih besar daripada partai final kompetisi Eropa.

"Lebih mudah bermain di final Liga Europa daripada bermain melawan Tottenham vs Everton, 100 persen. Tekanan yang dirasakan benar-benar berbeda, tetapi jika kami memenangkan pertandingan ini, ada kebanggaan lain, emosi lain, dan perasaan lain," pungkas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Artikel terkait

Rekomendasi