Tottenham Hotspur dipastikan tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada pertandingan pekan pamungkas Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (24/5/2026).
Gol semata wayang penentu kemenangan klub berjuluk Spurs tersebut dilesakkan oleh Joao Palhinha, sekaligus menjauhkan tim dari ancaman degradasi pada akhir musim kompetisi 2025/2026. Seperti dilansir dari Suara, raihan poin penuh ini membuat Tottenham finis di atas zona merah dan terhindar dari potensi turun kasta untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir lima puluh tahun terakhir.
Hasil pertandingan lain yang memperlihatkan kemenangan West Ham United atas Leeds United pada akhirnya tidak memberikan pengaruh terhadap posisi Spurs karena keunggulan poin di tabel klasemen akhir sudah tidak terkejar. Pelatih kepala Roberto De Zerbi, yang memimpin skuad sejak penunjukannya pada akhir Maret 2026 sebagai manajer ketiga musim ini, mengekspresikan rasa leganya atas performa anak asuhnya.
“Kami bekerja dengan baik, tetapi saya beruntung karena memiliki banyak pemain hebat,” kata De Zerbi kepada Sky Sports.
Juru taktik asal Italia tersebut menambahkan bahwa di bawah tekanan yang begitu masif, para pemain Tottenham mampu memperlihatkan permainan sepak bola yang luar biasa dan menganggapnya sebagai salah satu performa terbaik sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan.
“Anda bisa melihat pertandingan hari ini dan melihat bahwa di bawah tekanan besar mereka bermain fantastis dengan bola. Mungkin itu adalah performa terbaik selama saya berada di sini,” lanjut De Zerbi.
Menurut penilaian De Zerbi, seluruh penggawa Tottenham Hotspur telah memperlihatkan ketahanan mentalitas yang luar biasa kuat di tengah tingginya beban untuk mempertahankan eksistensi klub di Liga Inggris.
“Itu pertandingan yang luar biasa. Sepak bolanya bagus karena jika Anda memberikan yang terbaik maka hasil akan datang,” ujarnya.
Kendati berhasil menuntaskan misi penyelamatan klub dari jurang degradasi, De Zerbi menegaskan urgensi bagi jajaran manajemen untuk mengucurkan investasi besar dalam bursa transfer mendatang. Penambahan amunisi baru dinilai krusial agar klub mampu bersaing di level yang lebih tinggi pada musim depan karena meski memiliki fondasi skuad yang baik, tim masih membutuhkan tambahan pemain level atas.
“Musim depan kami harus membangun tim yang sangat, sangat kuat,” kata De Zerbi.
Manajer berusia 46 tahun tersebut menyimpulkan bahwa perombakan besar-besaran tidak diperlukan bagi komposisi skuad saat ini, melainkan hanya membutuhkan suntikan beberapa tenaga baru dengan kualitas premium.
“Kami tidak perlu mengganti terlalu banyak pemain di skuad ini, tetapi kami harus mendatangkan beberapa pemain kelas satu,” tutup De Zerbi.