Lonjakan kasus medis yang melanda skuad Tottenham Hotspur sepanjang musim kompetisi 2025/2026 memicu langkah tegas dari pihak manajemen. Klub sepak bola asal London Utara tersebut kini resmi memulai investigasi internal untuk membedah akar permasalahan tersebut.
Seperti dilansir dari Suara, badai cedera disinyalir menjadi faktor kuat di balik merosotnya performa tim. Tottenham bahkan hampir terdegradasi dan menyudahi kompetisi Liga Inggris di peringkat ke-17 selama dua musim berturut-turut setelah menang tipis 1-0 atas Everton FC pada pertandingan pamungkas.
Evaluasi mendalam ini dipimpin langsung oleh Direktur Performa Klub, Dan Lewindon. Proses peninjauan bakal menyasar kinerja departemen medis serta kelayakan infrastruktur stadion, termasuk kondisi rumput tarik otomatis di markas mereka.
Berdasarkan data laporan, para pemain Tottenham harus absen dengan total akumulasi lebih dari 2.000 hari. Kerugian besar tersebut disebabkan oleh munculnya 37 kasus cedera berbeda yang membuat pilar tim melewatkan 300 laga di seluruh ajang.
Daftar penyerangan medis jangka panjang klub mencakup nama-nama besar seperti James Maddison, Wilson Odobert, hingga Xavi Simons yang mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL). Sementara itu, gelandang Dejan Kulusevski dilaporkan sudah terpaksa menepi dari lapangan hijau selama lebih dari satu tahun akibat masalah pada lututnya.