Sejumlah perusahaan rintisan global termasuk Clicks Technology dari Inggris dan Unihertz asal China mulai membangkitkan kembali tren ponsel dengan keyboard fisik guna menyasar ceruk pasar yang menginginkan penggunaan gawai lebih terencana, dilansir dari Detik iNET.
Langkah ini menandai kembalinya fitur yang sempat hilang sejak dominasi layar sentuh dimulai oleh Apple pada 2007 dan penghentian produksi hardware BlackBerry pada 2016. Meski infrastruktur software BlackBerry telah ditutup total pada 2022, loyalitas pengguna terhadap tombol fisik tetap terjaga dalam komunitas digital.
Chief Marketing Officer Clicks Technology, Jeff Gadway, mengungkapkan bahwa hampir separuh dari basis pelanggannya justru berasal dari generasi yang belum pernah memiliki ponsel keyboard fisik sebelumnya.
"Mereka melihatnya bukan ajang nostalgia, melainkan sebagai cara yang sama sekali baru dan lebih terencana untuk menggunakan ponsel," ungkap Gadway.
Penekanan pada fungsi inti dan fitur pesan menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga konsentrasi pengguna. Hal ini bertujuan agar pemilik ponsel tidak terdistraksi oleh aplikasi lain yang memicu penggunaan ponsel secara berlebihan.
"Ini tentang menjadikan waktu yang Anda habiskan dengan ponsel menjadi lebih berharga," ujar Gadway.
Aspek aksesibilitas juga menjadi alasan kuat di balik pengembangan produk ini. Gadway menyebutkan bahwa tombol fisik sangat membantu pengguna dengan gangguan penglihatan atau kendala kontrol motorik dalam mengetik dengan lebih akurat.
Bagi kreator konten seperti Chonnie Alfonso, beralih ke perangkat ber-keyboard fisik merupakan metode efektif untuk mengurangi durasi menatap layar atau screen time.
"Itu menjadi caranya mengurangi waktu di HP," lapor Detik iNET mengenai pengalaman Alfonso yang merasa aktivitas doomscrolling menjadi kurang nyaman dilakukan pada perangkat bergaya BlackBerry tersebut.
Sektor audio juga mendapatkan perhatian melalui kembalinya fitur klasik yang mulai langka di ponsel modern. Pengguna bernama Wei Lun Ng menilai keberadaan jack headphone fisik 3,5 mm pada perangkat keyboard ini jauh lebih praktis dan ekonomis.
"Saya rasa suaranya tidak sering terputus, karena ketika baterai Anda lemah, headphone berkabel lebih nyaman dan praktis," tutur Wei Lun Ng.
Persaingan di segmen ini diprediksi semakin ketat dengan masuknya Zinwa Technologies dan iKKO yang juga merilis ponsel serupa tahun ini. Data menunjukkan minat pasar tetap tinggi, terbukti dari kampanye Kickstarter Unihertz untuk ponsel Titan versi kedua yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 4,8 juta hingga 8 Mei 2026.
Pertumbuhan ceruk pasar ini tercermin pula dari performa Clicks yang mampu melampaui target pesanan awal enam bulan hanya dalam waktu 30 hari. Namun, para produsen kini menghadapi tantangan kenaikan harga komponen memori akibat tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan global.