Tren Streaming Mengubah Struktur Pendapatan Industri Hiburan Indonesia

Tren Streaming Mengubah Struktur Pendapatan Industri Hiburan Indonesia

Lonjakan popularitas layanan live streaming TV dan konten siaran digital di Indonesia per Mei 2026 secara signifikan mengubah peta pendapatan iklan serta pola langganan konvensional pada sektor industri hiburan domestik.

Data longitudinal dari Google Trends menempatkan aktivitas streaming sebagai salah satu topik yang paling intensif dicari oleh masyarakat Indonesia sepanjang beberapa bulan terakhir, dengan fokus utama pada tayangan sepak bola dan film.

Pergeseran perilaku pemirsa yang kini dapat mengakses program favorit tanpa terikat jadwal televisi konvensional berpotensi menekan angka penjualan media fisik seperti DVD dan Blu-ray, sekaligus memicu kebutuhan ekspansi infrastruktur digital.

Menanggapi fenomena tersebut, laporan Badan Pusat Statistik mencatat bahwa kontribusi sektor ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto nasional telah menyentuh angka 8,2 persen pada tahun 2025, yang disusul pertumbuhan ekonomi makro sebesar 5,08 persen pada kuartal keempat di tahun yang sama.

Guna mempertahankan daya saing di pasar yang kompetitif, sektor penyiaran dan penyedia teknologi didorong untuk mengadopsi tujuh langkah strategis termasuk peningkatan kualitas konten, optimalisasi aksesibilitas internet, serta pengembangan aplikasi yang ramah pengguna.

Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan media sosial sebagai instrumen promosi massal menjadi instrumen krusial berikutnya untuk memaksimalkan dampak ekonomi serta perluasan jangkauan pasar platform streaming di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi