Aksi percobaan pembunuhan menimpa karakter Trian saat menjalani perawatan medis di rumah sakit dalam kelanjutan sinetron Beri Cinta Waktu episode 239 yang tayang pada Senin, 11 Mei 2026. Peristiwa tersebut dipicu oleh motif dendam Herlina yang berniat membalas kematian tokoh bernama Andra.
Insiden bermula ketika Trian sedang berada di koridor rumah sakit setelah sebelumnya menerima perawatan luka dari Rama. Herlina yang mengenakan penutup kepala hitam mendekati Trian secara sembunyi-sembunyi dengan membawa sebilah pisau untuk melakukan penyerangan mendadak.
Beruntung, keberadaan Sania di lokasi kejadian memberikan peringatan melalui teriakan histeris sehingga Trian dapat bereaksi cepat. Berdasarkan laporan Jabaronline.com dan Tabloidbintang.com, Trian berhasil melakukan gerak refleks untuk menangkis tusukan senjata tajam tersebut tepat sebelum mengenai tubuhnya.
Sebelum ketegangan terjadi, Trian sempat menerima kunjungan dari wartawan Laras dan Damar yang memberikan dukungan moral terkait pengungkapan kasus hukum masa lalu. Dilansir dari Liputan6.com, Laras sebelumnya telah mendesak agar fakta mengenai kecelakaan Trian sepuluh tahun silam segera diproses secara hukum.
"Mengungkap fakta memang sudah menjadi tugas kami sebagai wartawan," ujar Laras.
Pernyataan tersebut disampaikan Laras untuk menegaskan komitmen profesinya dalam membantu Trian mencari keadilan. Rekan Laras, Damar, menambahkan bahwa situasi saat ini semakin menguntungkan karena publik mulai menaruh perhatian pada transparansi informasi kasus tersebut.
"Damar pun menegaskan bahwa akhirnya kebenaran mulai terbuka ke publik," demikian penegasan Damar.
Dukungan dari kedua jurnalis ini menjadi motivasi tambahan bagi Trian untuk terus mengungkap berbagai rahasia yang masih tertutup rapat. Keberhasilan Trian menggagalkan serangan ini menambah catatan aksi heroiknya di lingkungan rumah sakit.
Pada episode yang tayang 5 Mei 2026 lalu, Trian juga dilaporkan pernah menggagalkan upaya pencelakaan terhadap tokoh Aditya. Saat itu, ia berhasil menangkap pelaku yang menyamar sebagai tenaga medis untuk melakukan penyerangan di fasilitas kesehatan yang sama.