Kota Tucson di negara bagian Arizona, Amerika Serikat, tengah melakukan persiapan intensif untuk menyambut kedatangan Timnas Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026. Fokus utama persiapan ini dilakukan di Kino Sports Complex yang akan menjadi markas latihan skuad tersebut.
Dilansir dari Suara, penyelenggara setempat tetap berkomitmen menyediakan fasilitas terbaik dan jaminan keamanan maksimal bagi para pemain Iran. Langkah ini diambil meskipun situasi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berada dalam tensi yang tinggi.
Proses pembenahan fasilitas olahraga kini sudah masuk ke tahap teknis untuk memenuhi kriteria ketat dari FIFA. Hal ini mencakup perawatan rumput lapangan secara berkala hingga penyiapan akomodasi penunjang bagi seluruh anggota tim.
Direktur Kino Sports Complex, Sarah Hanna, mengungkapkan rasa antusiasmenya dalam melayani tim nasional dari Asia tersebut. Pihaknya berupaya keras agar para pemain mendapatkan pengalaman tinggal yang nyaman selama berada di wilayah Arizona.
Hanna menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan secara rutin melalui belasan pertemuan setiap minggu guna mematangkan detail operasional. Pembahasan mencakup aspek konsumsi makanan yang sesuai, kelayakan ruang pertemuan, hingga inspeksi lapangan bersama perwakilan FIFA.
"Kami sangat antusias menjadi tuan rumah mereka di sini dan kami ingin memberikan pengalaman yang positif," kata Sarah Hanna, dikutip dari Suara melalui laporan AFP.
"Banyak pertemuan dilakukan terkait fasilitas latihan ini, mulai dari konsumsi makanan hingga pengecekan lapangan bersama FIFA," ujar Hanna menambahkan.
Ketegangan Geopolitik Tidak Menghalangi Persiapan
Kendati gencatan senjata telah berlangsung selama satu bulan terakhir, konflik regional yang melibatkan Iran belum sepenuhnya padam. Namun, FIFA telah memberikan kepastian bahwa status Iran sebagai peserta tetap aman sesuai jadwal turnamen.
Pemerintah Kota Tucson memilih untuk tidak terpengaruh oleh dinamika politik global dan tetap melanjutkan proyek persiapan base camp. Pihak pengelola fasilitas menegaskan bahwa tidak ada rencana pembatalan agenda yang telah disusun bersama otoritas sepak bola dunia.
"Bagi kami, semuanya tetap berjalan 100 persen dan tidak pernah dibatalkan," tutur Sarah Hanna menegaskan posisi penyelenggara lokal.
Sebelumnya, masalah keselamatan skuad Iran sempat menjadi perbincangan publik setelah adanya komentar dari tokoh politik nasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah mengutarakan pandangannya melalui media sosial terkait risiko keselamatan tim tamu tersebut.
"Saya tidak yakin itu keputusan yang tepat demi keselamatan mereka sendiri," tulis Trump dalam salah satu unggahannya.
Dukungan Komunitas Sepak Bola Lokal
Berlawanan dengan kekhawatiran yang muncul, masyarakat dan pegiat olahraga di Tucson justru menunjukkan sikap yang sangat terbuka. Mereka melihat kehadiran tim internasional sebagai kesempatan untuk memperkuat persahabatan antarmanusia melalui olahraga.
Presiden klub lokal FC Tucson, Jon Pearlman, menyatakan bahwa komunitasnya siap menyambut para pemain Iran dengan tangan terbuka. Ia memandang sepak bola memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan yang ada di tingkat pemerintahan.
"Kami menyambut mereka dengan tangan terbuka," ujar Pearlman menyatakan dukungannya.
"Kami bagian dari komunitas sepak bola dunia. Kami percaya sepak bola menyatukan negara, bukan memecah belah," kata Pearlman menyambung pernyatannya.
Timnas Iran diprediksi akan menginjakkan kaki di Tucson sekitar dua minggu sebelum kompetisi dimulai. Skuad ini dijadwalkan melakoni pertandingan pembuka di Grup G melawan Selandia Baru yang akan digelar di Los Angeles pada 15 Juni 2026.