Sebanyak 24 entitas dari sektor pemerintah, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat mendaftarkan diri ke Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Riau pada Sabtu (6/6) untuk menyelenggarakan nonton bareng Piala Dunia 2026 melalui Platform Sepak Bola Gembira.
Kepala TVRI Stasiun Riau Didik Kusjadmika mengonfirmasi bahwa dari puluhan pendaftar tersebut, empat entitas berlokasi di Kota Pekanbaru, sementara sisanya tersebar di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Pihak lembaga penyiaran publik ini mendorong lebih banyak instansi untuk melegalkan kegiatan nonton bareng demi kenyamanan bersama selama turnamen berlangsung.
"Kita berharap terus bertambah entitas baik pemerintah maupun swasta dan LSM untuk melaksanakan nonton bareng Piala Dunia 2026. Bisa mendaftar melalui laman www.tvri.go.id," kata Didik di Pekanbaru, Sabtu.
Didik menjelaskan kewajiban registrasi ini hanya berlaku bagi penyelenggara acara keramaian atau nonton bareng, sedangkan masyarakat yang menyaksikan pertandingan di kediaman masing-masing tidak memerlukan izin tersebut.
"Like jika ada yang datang mengaku sebagai TVRI atau pun sebagai pemegang hak siar. Itu yang kita hindari," ujar Didik.
Setelah proses pendaftaran disetujui, para penyelenggara akan mengantongi lisensi resmi nonton bareng dengan memanfaatkan pemancar antena TVRI atau aplikasi khusus bagi wilayah yang belum terjangkau siaran digital.
Terkait regulasi biaya komersial, TVRI Riau menerapkan kebijakan tarif berdasarkan harga jual produk pada tempat usaha yang menggelar acara tersebut, di mana pelaku usaha mikro kecil dan menengah dibebaskan dari biaya lisensi.
"Nanti ada pertanyaan berapa harga kopinya kalau harga di bawah Rp50 ribu tak harus bayar. Kalau harga di atas Rp50 ribu diarahkan berbayar mulai dari Rp10-50 juta. Kalau usaha mikro kecil menengah gratis," tutur Didik.
Gelaran akbar Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.