Konten kreator mukbang asal Korea Selatan (Korsel), Park Jung-won atau Tzuyang, memberikan dukungan nyata bagi ketahanan wilayah pesisir Jakarta. Seperti dikutip dari Lestari, Tzuyang menyalurkan donasi senilai Rp 600 juta secara simbolis untuk mendukung program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods (MARVEL).
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk uang tunai serta pakaian bermerek Gardens. Seluruh bantuan ini dialokasikan bagi 799 anak dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang berada di kawasan Jakarta Utara.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam memproteksi masa depan anak-anak di wilayah tersebut. Terutama dalam memperkuat resiliensi kawasan pesisir yang rentan terhadap ancaman bencana iklim.
Penyaluran dana untuk program MARVEL ini juga ditargetkan dapat menopang keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di pesisir. Tzuyang menilai kawasan tersebut memiliki keunikan sekaligus tantangan yang besar.
”Dengan segala beragam kebudayaan dan potensi perkembangan, juga memiliki tantangan nyata yang masyarakat setempat alami. Untuk itu, saya juga ingin berkontribusi langsung kepada Indonesia, agar anak-anak Indonesia bisa memiliki ruang bertumbuh dan bermain yang mendukung perkembangannya hari ini dan di masa depan melalui program MARVEL ini," ujar Tzuyang dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).
Program MARVEL yang diinisiasi oleh WVI fokus pada aktivitas rehabilitasi hutan mangrove. Langkah ini krusial untuk meminimalisasi dampak abrasi, hantaman gelombang pasang, serta konsekuensi buruk dari krisis iklim global.
Perlindungan terhadap anak-anak di wilayah pesisir memiliki keterkaitan erat dengan pemulihan kerusakan lingkungan. Degradasi ekosistem secara langsung bakal mengancam aspek kesehatan, keamanan, hingga fase tumbuh kembang generasi muda.
Saat banjir rob merendam pemukiman akibat melemahnya benteng pesisir, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Mereka mengalami dampak signifikan secara fisik maupun psikososial.
"Untuk itu, kontribusi Tzuyang pada program MARVEL akan sangat membantu kami untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan secara berkelanjutan guna memenuhi hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman," tutur Resource Development & Communication Director WVI, Asteria Aritonang.
Kolaborasi Global untuk Kelestarian Lingkungan
Sinergi antara WVI dan Tzuyang ini berjalan dengan fasilitasi dari World Vision Korea. Kerja sama lintas negara tersebut dirancang untuk mengeskalasi kesadaran publik mengenai urgensi pelestarian ekosistem pantai.
Diharapkan aksi ini mampu memicu partisipasi aktif masyarakat luas dalam strategi penguatan lingkungan. Hal ini penting demi menjamin anak-anak dapat tumbuh maksimal di tengah dinamika perubahan iklim.
Secara linimasa, program MARVEL diproyeksikan berjalan sepanjang periode tahun 2025-2030. Agenda ini menjadi jawaban atas situasi darurat yang mengancam ruang hidup, sektor mata pencaharian, dan keselamatan warga pesisir.
Urgensi ini diperkuat oleh data Peta Mangrove Nasional 2024 yang menunjukkan luasan hutan mangrove di Pulau Jawa hanya menyumbang 1,8 persen dari total nasional. Padahal, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, ada lebih dari 1.400 desa yang menggantungkan hidup di lingkungan pesisir Pulau Jawa.