UEFA Rombak Sistem Kualifikasi Piala Dunia 2030 demi Tingkatkan Kompetisi

UEFA Rombak Sistem Kualifikasi Piala Dunia 2030 demi Tingkatkan Kompetisi

Sistem kualifikasi Piala Dunia 2030 di zona Eropa akan mengalami perubahan besar. Konfederasi sepak bola Eropa, UEFA, bakal menerapkan format kompetisi yang baru untuk babak penyisihan tersebut.

Perubahan regulasi ini membuat negara-negara besar di Eropa tidak akan terlalu sering bertanding melawan tim yang secara level jauh di bawah mereka, seperti San Marino, Andorra, ataupun Gibraltar, seperti dikutip dari Bola.

Dalam aturan baru ini, UEFA menerapkan sistem dua tingkat pada proses kualifikasi. Sebanyak 36 negara yang memiliki peringkat terbaik di UEFA Nations League 2028 akan ditempatkan ke dalam Liga 1.

Seluruh tim di Liga 1 tersebut kemudian bakal dibagi ke dalam tiga grup, dengan masing-masing grup berisi 12 negara. Sementara itu, 18 negara Eropa dengan peringkat yang lebih rendah akan berkompetisi di Liga 2.

Penyusunan format anyar ini bertujuan agar setiap pertandingan berjalan lebih kompetitif. Di sisi lain, regulasi ini juga dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi tim-tim kecil agar bisa meraih hasil yang positif.

UEFA juga menyelaraskan format pertandingan di kualifikasi Piala Dunia ini agar serupa dengan sistem di UEFA Champions League. Lewat format baru ini, setiap negara hanya perlu melakoni enam pertandingan melawan enam tim yang berbeda.

Kondisi ini berbeda dengan sistem terdahulu yang membuat jumlah pertandingan antarnegara tidak seragam. Pada format yang lama, ada negara yang harus bertanding sebanyak enam kali, namun ada juga yang bermain hingga delapan laga.

Meskipun berada di tingkat bawah, timnas San Marino sempat menciptakan sejarah. Mereka berhasil menorehkan kemenangan 1-0 atas Liechtenstein pada Kamis (5/9/2024) atau Jumat dini hari WIB.

Nantinya, setiap tim akan dipertemukan dengan dua lawan yang berasal dari masing-masing pot undian. Aturan ini mengubah sistem lama karena setiap negara tidak lagi wajib bermain kandang dan tandang melawan seluruh peserta di dalam grup.

Negara yang berhasil mengamankan peringkat terbaik pada setiap grup di Liga 1 akan langsung mengantongi tiket lolos ke Piala Dunia 2030. Sementara untuk sisa tiket yang tersedia akan diperebutkan kembali melalui babak play-off.

Peluang untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2030 juga tetap terbuka bagi negara-negara yang berkompetisi di Liga 2. Mereka bisa memanfaatkan jalur tertentu yang telah disediakan dalam regulasi baru tersebut.

Langkah UEFA Kurangi Pertandingan Tidak Kompetitif

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memberikan penjelasan mengenai tujuan di balik perombakan sistem ini. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi mendongkrak kualitas laga internasional di kawasan Eropa.

"Format baru ini akan meningkatkan keseimbangan kompetitif, mengurangi jumlah pertandingan yang tidak menarik, menawarkan kompetisi yang lebih menarik dan dinamis bagi penggemar, sambil memastikan kesempatan kualifikasi yang adil untuk semua tim dan tanpa menambahkan tanggal tambahan dalam kalender internasional," kata Aleksander Ceferin.

Selain mengubah sistem kualifikasi Piala Dunia, UEFA juga berencana merombak format kompetisi Nations League mulai tahun 2028. Turnamen tersebut nantinya akan dipecah menjadi tiga divisi yang masing-masing dihuni oleh 18 tim.

Setiap divisi dalam Nations League tersebut bakal dibagi lagi ke dalam tiga grup, dengan format enam negara di tiap grupnya. Walau struktur kompetisi mengalami perubahan, UEFA memastikan sistem promosi, degradasi, babak semifinal, dan final tetap dipertahankan.

Artikel terkait

Rekomendasi