USSF Jajaki Perpanjangan Kontrak Mauricio Pochettino di Amerika Serikat

USSF Jajaki Perpanjangan Kontrak Mauricio Pochettino di Amerika Serikat

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) dilaporkan tengah menjajaki opsi perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun dengan pelatih kepala Mauricio Pochettino demi membentengi posisinya dari ketertarikan klub-klub besar Eropa.

Langkah strategis tersebut diambil setelah Pochettino menyangkal rumor adanya negosiasi langsung dengan manajemen AC Milan usai sesi latihan tim pada Kamis di Georgia, menjelang turnamen besar yang akan bergulir 11 Juni 2026 mendatang.

Arsitek asal Argentina tersebut saat ini terikat kontrak dengan USSF hingga final Piala Dunia pada pertengahan Juli 2026, sementara AC Milan sedang gencar mencari suksesor setelah memecat Massimiliano Allegri, dilansir dari bbc.com.

Meskipun membantah spekulasi pertemuan personal dengan pihak Rossoneri, mantan manajer Chelsea itu menilai wajar jika agennya tetap berkomunikasi dengan pihak luar untuk melihat peluang profesional yang ada.

"Mungkin saja, karena mereka perlu melakukan pekerjaan mereka," kata Pochettino saat ditanya mengenai potensi pertemuan perwakilannya dengan pihak AC Milan.

Pochettino menegaskan bahwa fokus jangka pendeknya saat ini sepenuhnya tercurah untuk memimpin skuad Amerika Serikat dalam persaingan fase grup melawan Paraguay, Australia, dan Turki.

"Jika saya bertemu seseorang, apa yang terjadi? Apa yang akan berubah jika saya bertemu seseorang? Kami memiliki teman di mana-mana dan perwakilan saya bekerja untuk saya untuk mencoba menemukan kemungkinan terbaik untuk masa depan. Itu normal," tambah Pochettino.

Ketertarikan internal USSF untuk mempertahankan sang pelatih diungkapkan langsung oleh CEO USSF JT Batson yang menginginkan komitmen jangka panjang demi membangun ekosistem sepak bola di negara tersebut.

"He asked if we are open to listen [to] the project of the federation for the next four years," kata Pochettino terkait pembicaraannya dengan CEO USSF JT Batson.

Pria berusia 54 tahun tersebut menyatakan kesediaan untuk mempelajari peta jalan jangka panjang dari federasi asalkan kedua belah pihak memiliki keselarasan visi yang sama.

"And we said of course we are open. Do you think that if we have a commitment with another people, we are going to waste time to listen?" lanjut Pochettino.

Keterbukaan mengenai adanya minat dari klub-klub top Eropa diakui Pochettino telah ia sampaikan secara transparan sejak awal proses pertemuannya dengan pihak USSF.

"We are open," kata Pochettino dalam kesempatan berbeda pada bulan Maret lalu mengenai peluangnya bertahan di posisi pelatih kepala USMNT pasca-Piala Dunia.

Pihak federasi sendiri tetap optimistis bahwa mantan pelatih PSG tersebut memiliki keyakinan besar terhadap proyek sepak bola jangka panjang yang sedang berkembang di Amerika Serikat.

"We don’t have a contract for the future but why not if we are happy and the federation is happy?" ujar Pochettino menambahkan.

Situasi ketidakpastian masa depan kursi kepelatihan tim nasional ini turut memicu perhatian dari mantan penjaga gawang Amerika Serikat, Brad Friedel, yang memberikan analisisnya melalui media GOAL.

"I think he’ll have offers anywhere in the world. He’s a tremendous manager. It really depends on what he wants to do and probably how successful the team is," tutur Friedel kepada GOAL.

Friedel menilai tantangan terbesar sepak bola di Amerika Serikat bukanlah mengenai ketersediaan fasilitas olahraga, melainkan faktor budaya sosiologis masyarakat karena sepak bola belum menjadi olahraga utama di sana.

"One interesting anecdote to this is that Matt Crocker, who was the sporting director at U.S. Soccer, basically built this four-year cycle, then left for Saudi, another nation in the World Cup, but for the World Cup. So I read that as two ways: like they’re all leaving at the end, or that maybe they’ll give more now that Mauricio has been on the ground for two-and-a-half years or whatever it is and he’s started to understand the landscape of the culture of football around maybe a joint sporting director/head coaching role after and really help the U.S. Personally, I would love it if he stayed on. Because the culture in the United States is the thing that’s lacking, but it’s the hardest thing to overcome," jelas Friedel panjang lebar.

Mantan pemain Tottenham Hotspur itu menambahkan bahwa negara dengan jumlah populasi masif seperti India, China, atau Pakistan tidak otomatis bisa mendominasi sepak bola global karena faktor kultur budaya olahraga yang berbeda dari negara tradisional seperti Brasil.

"Our stadiums are fantastic, training grounds are fantastic, coaching education is better, coaches are better. You know, the sport is growing amongst the amateur levels at a huge pace, all that stuff. But it’s still not the main sport in the U.S. And until it’s the main sport in the U.S. we will never have a golden generation because we’re never going to get all the top athletes and, even more than athletes, the people that just want to die for the sport. Until we have that, we just have to keep trying to build the sport as much as we can. The argument people bring to me all the time, and even my friends that are pundits in the game that I played with, they’re all saying: ‘Yeah, but we should be much better with 350 million people’. I say to them: ‘No, if it were population-based, then India would be killing it. China would be killing it. Pakistan would be killing it’. There’s only one, out of the top 10 most populous countries in the world, there’s only one footballing nation in there, and that’s Brazil. And one of the reasons why they’re the best is because they are a footballing nation, and they have 215 million people or whatever it is who are all crazy for football. If the US were a footballing nation, a cultural footballing nation that had 350 million people, yes, we would be very dominant in tournaments. But we’re not," pungkas Friedel menyudahi analisisnya.

Di tengah bergulirnya spekulasi masa depan sang pelatih, para pemain timnas Amerika Serikat seperti Tyler Adams dan Tim Weah dilaporkan tetap fokus menjalani persiapan intensif jelang laga uji coba melawan Senegal dan Jerman.

Artikel terkait

Rekomendasi