Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Tinju Dunia Melawan Rico Verhoeven

Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Tinju Dunia Melawan Rico Verhoeven

Juara dunia tinju kelas berat terpadu Oleksandr Usyk mempertahankan sabuk gelar WBC, WBA, dan Ring Magazine miliknya melawan bintang kickboxing Rico Verhoeven pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Pertandingan lintas disiplin yang bersejarah ini digelar di Piramida Giza, Mesir.

Pertarungan bertajuk "Glory in Giza" tersebut menjadi penanda pertama kalinya Usyk terjun ke dalam dunia laga crossover. Petinju kidal asal Ukraina berusia 39 tahun itu membawa rekor profesional yang belum ternoda, yaitu 24 kemenangan tanpa kalah dengan 15 kemenangan knockout (KO).

Sebaliknya, Rico Verhoeven datang sebagai pemula di dunia tinju profesional dengan rekor 1-0. Meski demikian, pria asal Belanda berusia 37 tahun tersebut memegang reputasi besar sebagai Juara Kelas Berat Glory yang telah mendominasi dunia kickboxing selama lebih dari satu dekade.

Dilansir dari nosmokeboxing.com, perbedaan fisik yang mencolok di antara kedua atlet menjadi sorotan utama setelah sesi timbang badan resmi dilakukan. Verhoeven memiliki berat badan 258,75 pon, sedangkan Usyk mencatatkan berat 233,25 pon.

Bobot tersebut menjadi pencapaian terberat sepanjang karier petinju Ukraina itu, tetapi ia tetap kalah berat sebanyak 25,5 pon dari sang penantang. Selain itu, Verhoeven yang bertinggi badan 6 kaki 5 inci juga unggul tinggi sekitar dua inci atas Usyk.

Pertandingan ini merupakan laga resmi yang memengaruhi peringkat kelas berat, di mana Usyk secara formal mempertaruhkan sabuk WBC dan WBA (Super) miliknya. Kemenangan bagi Verhoeven, yang saat ini belum memiliki peringkat di WBA, akan memaksa komite meninjau ulang status sabuk tersebut.

Badan tinju WBC juga memberikan daya tarik tambahan dengan mengumumkan sabuk khusus bernama "King of the Nile" bagi pemenang laga ini. Di sisi lain, status gelar IBF milik Usyk berada dalam kondisi yang berbeda.

Organisasi IBF memberikan izin kepada Usyk untuk melakukan pertarungan ini, tetapi sabuk tersebut tidak dipertaruhkan untuk Verhoeven. Jika Usyk menelan kekalahan, gelar IBF akan langsung dinyatakan kosong, sedangkan jika menang, ia wajib menghadapi penantang wajib IBF dalam waktu 180 hari.

Pasar taruhan menempatkan Usyk sebagai unggulan utama karena kemampuan pergerakan kaki yang dinilai mumpuni untuk mengatasi gaya ortodoks Verhoeven. Peluang terbaik bagi Verhoeven adalah memanfaatkan keunggulan jangkauan 78,5 inci dan berat badannya sejak ronde-ronde awal.

Laga ini disiarkan secara global melalui layanan DAZN Pay-Per-View. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Usyk sebelum menghadapi potensi laga besar lainnya di masa depan, terutama mengingat kontrak pertarungan antara Fury dan Joshua yang hingga kini masih tertunda.

Artikel terkait

Rekomendasi