Vanesha Prescilla Bintangi Film Horor Psikologis The Scarecrow Valley

Vanesha Prescilla Bintangi Film Horor Psikologis The Scarecrow Valley

Aktris Vanesha Prescilla melakukan transformasi karier yang signifikan dengan menjajal genre horor untuk pertama kalinya. Seperti dilansir dari Suara, bintang yang populer lewat peran romantis ini akan membintangi film horor psikologis berjudul The Scarecrow Valley.

Film ini disutradarai oleh Billy Christian dan menawarkan atmosfer mencekam dengan kedalaman emosi yang berbeda dari proyek Vanesha sebelumnya. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Memento Works dan Studio Emu.

Vanesha didapuk memerankan karakter utama bernama Sandra, seorang ibu muda yang didera trauma mendalam. Sandra diceritakan kehilangan anak tercintanya, sebuah peran yang diakui Vanesha sebagai salah satu tantangan terberatnya.

Pemeran berusia 26 tahun ini mengaku harus bekerja keras untuk mendalami sisi psikologis seorang ibu. Meskipun belum memiliki pengalaman menjadi ibu di dunia nyata, ia terus berusaha mengenal karakter Sandra lebih dalam.

"Ini tantangan besar buat aku. Aku berusaha terus belajar mengenal dan mendalami karakter Sandra. Apalagi aku belum pernah mengalami (menjadi ibu) secara langsung," kata Vanesha saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Keterlibatan adik dari Sissy Pricillia ini berawal dari ketertarikannya mengonsumsi tayangan serupa. Ia mengaku memang sedang gemar menonton konten bergenre horor psikologis sebelum tawaran film ini datang menghampirinya.

"Sebelum tawaran ini datang, aku memang lagi senang nonton film atau series bergenre psychological horror. Jadi pas ditawari, aku merasa sangat tertantang," ujar Vanesha.

Latar Lokasi dan Proyek Tetralogi

Proses syuting The Scarecrow Valley akan dilakukan sepenuhnya di Jepang dengan mengangkat mitos lokal mengenai desa boneka yang legendaris. Penggunaan lokasi autentik ini bertujuan untuk memberikan visual yang memukau bagi penonton.

Vanesha meyakini bahwa meski berlatar budaya asing, konflik emosional dalam film ini bersifat universal. Rasa kehilangan yang dialami tokoh Sandra dianggap bisa dirasakan oleh siapa saja tanpa terhalang perbedaan budaya.

"Karakter Sandra kehilangan sosok yang paling dia sayangi. Perasaan kehilangan seperti itu bersifat universal, pasti bisa dirasakan oleh siapa saja," imbuh aktris tersebut.

Film ini merupakan bagian dari proyek ambisius tetralogi horor di Jepang yang digarap oleh Memento Works dan Studio Emu. Selain Vanesha, film ini melibatkan aktor Giulio Parengkuan serta bintang asal Jepang seperti So Takei, Hana Yuka Sano, dan Nobuyuki Suzuki.

Proyek tetralogi ini juga mencakup judul lain seperti Jikobukken yang dibintangi oleh Dimas Anggara dan Yumi Kwandy. Seluruh rangkaian film dalam proyek ini akan mengambil lokasi syuting asli di berbagai wilayah di Jepang.

Artikel terkait

Rekomendasi