Aktris Vanesha Prescilla memulai debut dalam genre horor psikologis melalui film bertajuk The Scarecrow Valley yang mengambil lokasi syuting sepenuhnya di Jepang. Kabar keterlibatan pemeran film drama romantis ini dikonfirmasi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Selasa, 5 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sutradara Billy Christian memercayakan karakter Sandra kepada Vanesha, seorang ibu yang mengalami trauma mendalam hingga kondisi jiwanya terganggu. Peran ini menjadi tantangan baru bagi sang aktris karena harus mengeksplorasi emosi yang jauh lebih gelap dibandingkan proyek-proyek sebelumnya.
Vanesha menjelaskan bahwa ketertarikannya pada proyek ini berawal dari kebiasaan pribadinya menonton tayangan dengan genre serupa sebelum tawaran dari produser Andreas Sullivan datang.
"Beberapa minggu sebelum aku dapat tawaran, itu aku memang lagi banyak nonton series atau film yang genrenya tuh psychological horror. Dan aku suka banget memang dari dulu sama psychological horror," kata Vanesha Prescilla dalam sesi konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).
Kecocokan antara naskah dan minat pribadinya membuat Vanesha langsung menerima peran sebagai Sandra. Ia merasa kehadiran tawaran film ini seolah menjadi jawaban atas keinginannya untuk memerankan karakter dengan beban psikis yang kompleks.
"Terus kayak, 'ini manifes gue kok terjawab ya sekarang', kayak kalau lagi nonton film atau series kayak gitu aku selalu, 'pengen deh cobain punya karakter kayak gitu kalau main film', dan ternyata masuk tawarannya," tuturnya.
Sebagai bagian dari persiapan peran, Vanesha melakukan pendalaman karakter untuk memahami perspektif seorang ibu yang terpuruk akibat kehilangan anak. Sandra digambarkan kehilangan pegangan pada realita setelah mengalami tragedi yang mengguncang jiwanya.
"Yang penting buat aku juga bagaimana aku tuh harus deep dive into the character buat mengerti sebab akibat dari apa yang lagi dia rasakan di saat itu," jelasnya.
Latar tempat di desa boneka Jepang dianggap memberikan nuansa lokal yang kuat, namun Vanesha menilai konflik emosional dalam cerita tetap bersifat universal. Fokus pada rasa kehilangan orang tercinta diyakini akan menyentuh perasaan para penonton dari berbagai latar belakang.
"Di sini kan karakter Sandra kehilangan anaknya ya, sosok yang mungkin bisa kita bilang paling dia sayangin. Perasaan itu tuh bisa dirasakan sama semua orang," pungkasnya.
Proyek ini merupakan bagian dari tetralogi horor yang digarap oleh Memento Works dan Studio Emu di lokasi autentik Jepang. Selain The Scarecrow Valley, rumah produksi tersebut tengah menyiapkan film Jikobukken yang dibintangi Dimas Anggara dan Yumi Kwandy tentang fenomena hunian bekas lokasi kematian tragis.