Manajemen VfL Wolfsburg mempersiapkan rencana perombakan struktur klub secara menyeluruh di tengah ancaman degradasi menjelang laga Relegation Bundesliga. Langkah evaluasi total terhadap nilai dan strategi tim ini tetap berjalan tanpa memedulikan hasil akhir dari dua pertandingan krusial melawan klub kasta kedua, SC Paderborn.
Klub berjuluk Die Wölfe tersebut saat ini terpuruk di papan bawah dan harus berjuang mempertahankan posisi di kasta tertinggi kompetisi Jerman. Padahal, anak asuh Dieter Hecking ini ditopang oleh dana besar dari perusahaan otomotif Volkswagen dengan perkiraan anggaran gaji pemain mencapai 80 juta euro.
Kondisi finansial yang kontras dengan prestasi di lapangan memicu kritik tajam serta cemoohan di tingkat nasional. Evaluasi mendalam kini menyasar struktur internal setelah pemecatan Direktur Olahraga Peter Christiansen serta kegagalan pelatih terdahulu seperti Paul Simonis dan Daniel Bauer dalam membangun fondasi tim.
Pelatih utama VfL Wolfsburg, Dieter Hecking, menyoroti penurunan mentalitas anak asuhnya yang membuat klub gagal menembus kompetisi Eropa dan justru terjebak dalam perebutan zona degradasi.
"Du musst auch mal leiden können. Wir müssen uns wehren und Haltung zeigen", kata Dieter Hecking, Pelatih Utama VfL Wolfsburg.
Hecking juga tidak menyangkal adanya pandangan miring dari publik sepak bola Jerman terkait status finansial klub yang dinilai tidak berbanding lurus dengan pencapaian prestasi mereka.
"Es ist vielleicht auch ein bisschen Neid", ujar Dieter Hecking, Pelatih Utama VfL Wolfsburg.
Di sisi lain, jajaran petinggi klub mulai bersuara mengenai polemik fungsi dan peranan dari perusahaan pengelola sepak bola Wolfsburg tersebut bagi masyarakat luas.
"Bundesliga-Fußball bei den Frauen und Männern ist ein wichtiger Faktor für Lebensqualität", kata Sebastian Rudolph, Ketua Dewan Pengawas VfL Wolfsburg.