Atmosfer euforia mulai menyelimuti Kota Bandung menjelang laga penentu gelar juara. Persib Bandung berkesempatan besar mengunci trofi kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air di kandang sendiri.
Seperti dilansir dari Suara, kelompok suporter Persib Bandung, Bobotoh, diimbau untuk tetap menjaga ketertiban saat mendukung tim kesayangan mereka. Imbauan ini dikeluarkan demi kelancaran laga melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026).
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menyampaikan arahan ini agar momentum krusial Maung Bandung tidak dinodai oleh insiden yang merugikan. Langkah antisipasi ini berkaca pada perayaan gelar juara pada musim sebelumnya.
Antusiasme tinggi pendukung diprediksi akan membuat Stadion GBLA dipadati oleh lautan warna biru. Kendati demikian, Tobias mengingatkan suporter agar menahan diri dari tindakan yang mengganggu jalannya seremoni.
Pihak organisasi suporter secara tegas melarang penonton masuk ke area lapangan pertadingan. Penggunaan cerawat atau flare juga menjadi poin penting yang dilarang keras dalam laga penentu ini.
“Kita imbau juga agar tertib, tidak boleh turun ke lapangan. Tahun kemarin banyak yang masuk lapangan dan flare dinyalakan sehingga seremoni jadi kurang sakral karena tertutup asap dan kerumunan,” kata Tobias, dikutip dari Antara.
Tobias menilai momen bersejarah bagi klub kebanggaan Jawa Barat ini seharusnya dirayakan dengan penuh kedewasaan. Ketertiban dari seluruh penonton akan membuat prosesi penyerahan piala berjalan dengan khidmat.
“Terlebih, Persib Bandung hanya tinggal selangkah lagi meraih gelar juara Super League 2025/2026. Persib cukup membutuhkan hasil imbang saat menjamu Persijap Jepara di GBLA,” jelasnya.
Fokus Penuh pada Pertandingan Akhir
Secara matematis, posisi tim asuhan Maung Bandung memang berada di atas angin. Satu poin dari hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan posisi puncak klasemen hingga akhir musim.
Jika target tersebut tercapai, Persib Bandung akan menorehkan tinta emas di kancah sepak bola nasional. Mereka bakal menjadi tim pertama yang meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut pada era sepak bola modern Indonesia.
Walakin, Tobias mengingatkan agar pendukung tidak terbuai oleh kalkulasi di atas kertas. Dukungan sepanjang sembilan puluh menit harus diberikan secara maksimal tanpa meremehkan tim lawan.
“Kita fokus dulu ke pertandingan karena ini belum pasti. Kita ingin memastikan dulu Persib juara dengan dukungan maksimal,” ucapnya.