Viktor Axelsen Soroti Aturan Skor Baru BWF di Jakarta

Viktor Axelsen Soroti Aturan Skor Baru BWF di Jakarta

Mantan pebulu tangkis asal Denmark Viktor Axelsen mengkritik rencana Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF yang akan menerapkan sistem skor 15 poin mulai tahun 2027 saat menghadiri acara di Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026.

Perubahan format pertandingan dari 21 poin menjadi 15 poin dinilai Axelsen dapat memangkas unsur ketegangan serta taktik yang selama ini menjadi daya tarik utama dalam olahraga bulu tangkis.

Dilansir dari Medcom.id, keputusan pengesahan aturan baru tersebut diambil BWF melalui pemungutan suara dalam forum Annual General Meeting ke-87 di Denmark dengan hasil 198 negara mendukung dan 43 negara menolak.

"Saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit. Saya suka sejarah yang ada dalam sebuah pertandingan, itu bisa naik dan turun," kata Axelsen.

Pebulu tangkis dengan tinggi 1,94 meter itu menambahkan bahwa sistem skor yang berjalan saat ini jauh lebih ideal karena memberikan ruang bagi pemain untuk bangkit dari ketertinggalan skor.

"Meskipun Anda tertinggal 11-5 atau semacamnya, Anda bisa bangkit kembali. Itu sangat sulit jika Anda hanya bermain sampai 15 poin," ujar Axelsen.

Durasi laga yang lebih singkat dalam format baru diprediksi akan mengurangi pengaruh ketahanan fisik pemain sekaligus memperbesar peluang terjadinya hasil yang mengejutkan dari pemain nonunggulan.

"Saya rasa akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung. Anda harus siap sejak awal dan tidak boleh terlalu santai," tutup Axelsen.

Kunjungan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024 ke Jakarta tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur regional bersama Monitor ERP setelah dirinya resmi menyatakan gantung raket pada April 2026 akibat cedera punggung kronis.

Axelsen menjelaskan bahwa dirinya bangga terhadap konsistensi performa yang mampu ia pertahankan di level tertinggi, terutama setelah memenangi medali emas Olimpiade pertamanya.

"Saya pikir sebenarnya, memenangkan satu Olimpiade tentu saja sangat sulit, tetapi memenangkan dua kali jauh lebih sulit. Dan saya rasa yang paling saya banggakan sebenarnya adalah konsistensi sepanjang karier saya," kata Axelsen kepada wartawan di Hotel The Westin, Jakarta.

Keputusan pensiun diambil pria berusia 32 tahun itu setelah operasi punggung pada tahun lalu tidak mampu menghilangkan rasa sakit secara total saat dirinya mencoba kembali berkompetisi.

"Setelah memenangkan medali emas Olimpiade pertama, saya sebenarnya mulai bermain lebih baik lagi. Jadi saya sangat konsisten dalam latihan dan kehidupan harian saya, dan di samping hasil-hasil tersebut, saya sangat bangga tentang bagaimana saya mengelola hal itu," ujarnya menambahkan.

Masalah pada bagian punggung tersebut diakui Axelsen telah mengganggu kondisinya sejak lama, termasuk sebelum dirinya tampil di Paris.

"Saya sempat merasa takut sebelum Olimpiade di Paris. Saya mengalami banyak nyeri punggung. Dan kemudian, setelah Olimpiade, jelas saya menjalani operasi pada bulan April tahun lalu," tutur Axelsen.

Rasa sakit yang menetap setelah tindakan medis tersebut akhirnya membuat Axelsen mengikuti saran tim dokter untuk berhenti demi kesehatan jangka panjangnya.

"Dan setelah kembali, saya tidak benar-benar bisa kembali tanpa rasa sakit yang hebat. Jadi ketika rasa sakit itu muncul kembali setelah operasi saya, maka saya tahu akan sangat sulit untuk melanjutkan karena saya merasakan sakit yang terlalu besar," ucapnya.

Pasca pensiun, mantan tunggal putra nomor satu dunia itu kini fokus mengurus kedua putrinya, melakukan latihan fisik harian, serta mengelola bisnis manajemen risiko investasi bersama rekannya.

"Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional kami dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa. Kami suka memperlakukan orang dengan baik, dan kami memperlakukan orang dengan rasa hormat," kata Axelsen.

Axelsen juga tetap aktif menjalankan kegiatan bersama sejumlah sponsor lamanya seperti Yonex dan HSBC karena adanya keselarasan visi jangka panjang.

"Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa," kata Axelsen.

Legenda olahraga tersebut juga menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk beralih profesi menjadi pelatih bulu tangkis dalam waktu dekat.

"Saya punya bisnis bersama seorang teman, dan saya juga masih banyak bekerja dengan sponsor seperti Yonex, Monitor, HSBC, jadi saya masih cukup sibuk dan menikmati hidup," sambung Axelsen.

Dalam kesempatan yang sama, pihak sponsor menyatakan bahwa kolaborasi dengan Axelsen ditujukan untuk menyebarkan nilai kedisiplinan dan ketangguhan kepada komunitas lokal di Asia Tenggara.

"Ya kehidupan harian saya masih cukup terstruktur. Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya," kata Axelsen dalam keterangan resmi.

Axelsen mengingat kembali momen-momen terbaik dalam kariernya, termasuk saat memenangi turnamen Indonesia Open di Istora Senayan di depan para penggemarnya.

"Ketika saya tidak bersama them, saya mengantar mereka ke sekolah dan kemudian saya tetap melakukan latihan fisik," ujar dia.

Meskipun sudah tidak berkompetisi, Axelsen berkomitmen untuk tetap terlibat dalam dunia olahraga melalui berbagai peran di luar lapangan.

"Saat ini belum ada dalam rencana untuk menjadi pelatih. Saya tahu saya akan tetap terlibat di olahraga ini dalam beberapa cara, tetapi saya belum tahu dalam peran seperti apa," katanya.

Sektor bisnis baru yang digeluti Axelsen saat ini berfokus pada analisis risiko yang memanfaatkan teknologi kecerdasan mesin.

"Kami menjalankan bisnis manajemen risiko dalam hal investasi. Ini sesuatu yang benar-benar berbeda dan saya sangat menikmatinya," ujar Axelsen.

Rangkaian tur perayaan karier Axelsen dijadwalkan akan berlanjut ke wilayah Penang, Malaysia, pada 26 Mei 2026.

"Selalu menyenangkan bisa mengunjungi Jakarta. Saya memiliki banyak kenangan bagus di sini. Saya pernah menjuarai Indonesia Open di Istora Senayan," kata Viktor Axelsen.

Melalui perannya sebagai duta merek, Axelsen berharap nilai-nilai kompetisi profesional yang ia miliki dapat diterapkan di luar bidang olahraga.

"Berkompetisi di panggung terbesar dunia telah mengajarkan saya tentang disiplin, konsistensi, dan ketangguhan. Nilai-nilai yang relevan jauh melampaui olahraga," jelasnya.

Kemitraan yang terjalin pasca pensiun ini difokuskan pada pengembangan program inovasi dan standar kualitas performa di kawasan regional.

"Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh mitra saya seperti Monitor ERP. Saya bangga bahwa kemitraan ini tidak berhenti kepada performa, tapi berlanjut pada nilai dan visi jangka panjang," jelasnya.

CEO Monitor ERP Asia Tenggara Daniel Haggmark menyatakan bahwa antusiasme besar dari para penggemar di Jakarta menunjukkan kekuatan ikatan emosional sang atlet dengan komunitas bulu tangkis Indonesia.

"Berkompetisi di panggung terbesar dunia telah mengajarkan saya tentang disiplin, konsistensi, dan ketangguhan. Nilai-nilai yang relevan jauh melampaui olahraga," ujar Axelsen di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan sektor komunitas manufaktur di Indonesia melalui nilai keunggulan bersama.

"Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya. Namun, saat bersama mereka, saya tetap mengantar mereka ke tempat penitipan anak atau sekolah. Setelah itu saya selalu menjalani latihan fisik," ungkap Axelsen.

Kolaborasi jangka panjang tersebut dirancang untuk menginspirasi ketahanan industri di Asia Tenggara meskipun babak karier kompetitif Axelsen telah berakhir.

"Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh mitra saya seperti Monitor ERP. Saya bangga bahwa kemitraan ini tidak berhenti pada performa, tetapi berlanjut pada nilai dan visi jangka panjang," tambahnya.

Daniel Haggmark menambahkan bahwa standar kualitas yang dibawa oleh sosok Axelsen sejalan dengan visi operasional perusahaannya di Indonesia.

"Nilai yang sama inilah yang setiap hari kami bawa untuk mendukung pertumbuhan komunitas manufaktur di Indonesia," ujar Daniel.

Acara bincang santai bertajuk Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen tersebut diakhiri dengan sesi interaksi langsung bersama komunitas lokal.

"Energi dan antusiasme yang kita saksikan hari ini di Jakarta menunjukkan berapa kuatnya koneksi Viktor dengan komunitasnya," ujar CEO Monitor ERP Asia Tenggara, Daniel Haggmark.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen menciptakan dampak positif yang melampaui pencapaian teknis di dalam lapangan.

"Kemitraan kami dengan Viktor Axelsen adalah cerminan komitmen jangka panjang Monitor ERP terhadap keunggulan. Nilai inilah yang selalu kami bawa dan terapkan setiap harinya," imbuh Daniel.

Setelah merampungkan agenda di Jakarta, Axelsen dijadwalkan langsung bertolak menuju Malaysia untuk melanjutkan kegiatan serupa bersama komunitas bulu tangkis setempat.

"Nilai yang sama inilah yang setiap hari kami bawa untuk mendukung pertumbuhan komunitas manufaktur di Indonesia," kata Haggmark.

Artikel terkait

Rekomendasi