Aksi polos dua bocah perempuan yang fasih melantunkan lagu parodi berjudul MBG atau Mas Bahlil Ganteng menarik perhatian netizen di media sosial. Uniknya, anak-anak tersebut mengira kata Buahlil dalam lingle tersebut merupakan nama buah sungguhan yang memiliki rasa manis menyerupai stroberi.
Momen menggelitik ini terekam dalam unggahan video akun Instagram @cc.chao pada Minggu, 24 April 2026, seperti dikutip dari Suara. Video tersebut memperlihatkan seorang bocah berhijab merah bersama adiknya yang berhijab putih tengah mengendarai sepeda roda tiga di area dalam sebuah toko pakaian.
Sambil mengayuh sepeda, mereka menyanyikan lirik jingle parodi itu secara bersahutan dengan suara lantang. Sang kakak memulai nyanyian dengan menyebutkan kalimat tanya mengenai buah yang paling manis.
"MBG, mas Bahlil ganteng. Buah apa yang paling manis?" ucap sang kakak sambil bernyanyi.
"Buahlil," sahut sang adik.
Melihat tingkah jenaka kedua anaknya, sang ayah yang berada tidak jauh dari lokasi hanya bisa tertawa pasrah sekaligus terhibur.
"Siapa yang ngajarin?" ujar sang ayah yang tak jauh dari kedua anaknya.
Lagu MBG sendiri diketahui merupakan jingle parodi mengenai politisi Bahlil Lahadalia yang belakangan ini tengah ramai di platform TikTok dan Instagram. Di balik kelancaran mereka bernyanyi, rekaman video menunjukkan bahwa sang tante yang mengajari mereka secara diam-diam sembari menyapu lantai toko.
Suasana semakin lucu ketika sang adik berbalik menanyakan arti kata Buahlil kepada ayahnya dengan wajah tanpa dosa. Bocah tersebut benar-benar menyangka bahwa kata itu merujuk pada buah asli.
"Buahlil itu buah apa yang manis? Stroberi itu ya?" tanya bocah tersebut dengan nada penasaran.
Mendengar pertanyaan polos dari putrinya, sang ayah sempat terkejut dan kebingungan memberikan penjelasan yang pas sembari menahan tawa.
"Bukan... ya manis, memang manis sih," jawab sang ayah sambil tertawa kecil.
Rasa penasaran bocah tersebut tidak berhenti di situ karena dia tetap menganggap Buahlil sebagai nama buah. Dia bahkan sempat merasa iri kepada kakaknya lantaran menduga sang kakak sudah pernah mencicipi buah khayalan tersebut.