Vokalis band hardcore punk Circle Jerks, Keith Morris, terlibat adu mulut dengan seorang penonton pendukung Donald Trump saat konser di Las Vegas pekan lalu. Ketegangan dipicu oleh perbedaan pandangan politik antara sang musisi dengan penggemarnya tersebut.
Insiden di Brooklyn Bowl tersebut menjadi viral di media sosial setelah terekam kamera penonton lain. Dilansir dari Suara yang mengutip akun Instagram @brooklynvegan pada Kamis, 28 Mei 2026, keributan bermula ketika seorang penggemar menyodorkan piringan hitam untuk meminta tanda tangan.
Pada saat bersamaan, Keith Morris sedang melontarkan kritik pedas terhadap Partai Republik dari atas panggung. Morris menyebut kondisi politik saat ini seperti tongkang yang dipenuhi oleh para politisi.
Penggemar yang merupakan pendukung fanatik Donald Trump merasa tersinggung dengan ucapan tersebut. Ia kemudian mengacungkan jari tengah ke arah wajah Morris dan meneriakinya dengan sebutan pengkhianat.
Merespons makian tersebut, Morris langsung menghentikan interaksinya dan menolak menandatangani piringan hitam milik fans itu. Sang vokalis kemudian memberikan ceramah panjang di hadapan ratusan penonton lainnya.
"Gue pengkhianat? Oh nggak, nggak, fu*k you," ujar Keith Morris, Vokalis Circle Jerks.
Morris menegaskan bahwa dirinya merupakan warga negara yang sadar politik dan tidak pernah absen dalam menggunakan hak pilihnya. Namun, ia memiliki prinsip tersendiri dalam menentukan sosok pemimpin.
"Gue nyoblos di setiap pemilu dan gue selalu milih bajingan yang paling nggak busuk," tegas Keith Morris, Vokalis Circle Jerks.
Kekesalan Morris memuncak ketika ia mempertanyakan alasan penggemar tersebut mendengarkan musik Circle Jerks. Menurutnya, aliran musik hardcore punk secara historis mengusung semangat anti-otoritarian yang bertolak belakang dengan kebijakan konservatif Trump.
"Lo datang ke sini bukan buat denger omongan politik gue, lo datang buat musiknya. Tapi lo ngerti nggak lirik lagu-lagu kami? Lo ngerti nggak apa yang kami nyanyiin? Lo ngerti nggak kalau gue nganggep Donald Trump itu bajingan terbesar yang pernah jalan di muka bumi?" kata Keith Morris, Vokalis Circle Jerks.
Lirik lagu Circle Jerks sendiri sering menyuarakan kegelisahan terhadap kekuasaan absolut, fasisme, dan ketidakadilan sosial. Dalam omelannya, Morris sempat melontarkan label keras kepada penonton tersebut.
"Kalian ini Nazi? Kalian fasis?" tanya Keith Morris, Vokalis Circle Jerks.
Sebagai bentuk sanksi tegas, Morris secara terang-terangan melarang penggemar tersebut untuk hadir kembali dalam konser Circle Jerks di masa mendatang. Pengusiran tersebut langsung disambut riuh sorakan oleh penonton lainnya.
"Pertama, gue nggak bakal tanda tanganin piringan lo. Kedua, lain kali kalau kita manggung lagi di kota ini, mending lo tinggal di rumah aja," kata Keith Morris, Vokalis Circle Jerks.