Manajemen Pertamina Enduro VR46 menempatkan Fabio di Giannantonio dan Fermin Aldeguer sebagai prioritas utama pengisi kursi pebalap tim satelit Ducati tersebut untuk musim depan. Kabar mengenai rencana komposisi tim balap ini disampaikan langsung oleh Direktur Tim, Alessio Salucci, pada Selasa (5/5/2026) sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Performa impresif Fabio di Giannantonio pada awal musim ini memicu ketertarikan dari berbagai tim pesaing di grid MotoGP. Meski demikian, pebalap asal Italia tersebut menyatakan tetap tenang dalam menghadapi situasi kontraknya saat ini.
"Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik di lintasan dan ini pasti mencerminkan masa depan, dengan banyak tim yang ingin saya bergabung dengan mereka," kata di Giannantonio, dikutip dari Motorsport.com, Selasa (5/5/2026).
Ketertarikan luas terhadap sang pebalap membuat proses negosiasi internal menjadi lebih menantang bagi pihak VR46. Alessio Salucci mengakui bahwa pihaknya sedang menyusun penawaran kompetitif demi mempertahankan jasa pebalap tersebut.
“Pertama-tama, minat terhadap di Giannantonio membuat saya sangat senang. Saya ingat dua tahun lalu saat kami mengontraknya, tidak banyak yang tertarik padanya. Kami percaya padanya, dan sekarang dia menjadi incaran banyak pihak, yang merupakan hal yang luar biasa," kata Uccio.
Pihak tim saat ini sedang fokus untuk menyelaraskan kemampuan finansial dan teknis guna memenuhi ekspektasi di Giannantonio. Upaya ini dilakukan agar sang pebalap bersedia melanjutkan kerja sama dalam durasi kontrak jangka panjang.
"Di sisi lain, hal ini justru memperumit keadaan. Dia adalah prioritas kami, dan kami sedang berusaha menyusun tawaran yang sesuai dengan kemampuan di Giannantonio saat ini, baik dari segi teknis maupun finansial. Kami berharap upaya ini berhasil dan dia memilih untuk tetap bersama kami dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Salucci juga telah menyiapkan skenario alternatif seandainya kesepakatan dengan di Giannantonio tidak tercapai. Sejumlah nama pebalap lain masuk dalam radar tim untuk mendampingi Fermin Aldeguer yang diproyeksikan segera bergabung.
"Segala sesuatu mungkin terjadi. Kami memiliki Rencana B, C, dan D. Seperti yang saya katakan, 'Diggia' adalah prioritas kami dan saya akan kecewa jika harus beralih ke Rencana B, tetapi dalam olahraga ini Anda selalu membutuhkan alternatif," kata Uccio.
Daftar calon pengganti tersebut mencakup beberapa nama familiar di lingkungan VR46 dan Ducati. Salucci menyebutkan peluang bagi pebalap seperti Luca Marini, Franco Morbidelli, hingga talenta muda dari Moto2.
"Ada Luca Marini, kami tidak tahu apakah dia akan tetap di Honda. Kita juga tidak pernah tahu soal Morbidelli, kami banyak bekerja dengannya. Saya suka Celestino Vietti, dia dekat di hati saya. Dan mengapa tidak Nicolo Bulega juga? Ada banyak situasi yang kami biarkan terbuka," ujar Uccio.
Mengenai sosok Fermin Aldeguer, Salucci memberikan pujian tinggi terhadap pebalap muda Spanyol tersebut. Manajemen VR46 sangat berhasrat untuk meresmikan kerja sama dengan Aldeguer dalam waktu dekat.
"Bagi saya, dia adalah pebalap papan atas. Dia sudah pernah memenangkan balapan utama, dia masih muda, dan memiliki banyak kelebihan. Dia belum bergabung dengan kami, tapi saya harap kami bisa menyelesaikan kesepakatan ini dalam beberapa minggu ke depan," ujar Uccio.
Ketertarikan VR46 terhadap Aldeguer sebenarnya sudah berlangsung sejak lama saat sang pebalap masih berkompetisi di kelas Moto2. Namun, saat itu tim memilih untuk menunggu waktu yang tepat demi menghindari potensi konflik regulasi.
"Kami benar-benar menginginkannya. Kami pernah mencoba sebelumnya, tapi saat itu dia masih bersama tim Moto2 dan kami tidak ingin menimbulkan masalah. Jadi kami menunggu, berharap bisa merekrutnya nanti, dan semoga itulah yang akan terjadi," kata Uccio.