Kota Tucson di Arizona resmi ditetapkan menjadi lokasi markas bagi tim nasional Iran sepanjang kompetisi Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Suara, kehadiran tim yang dikenal dengan julukan Team Melli tersebut memicu perdebatan di kalangan penduduk setempat mengenai keterkaitan antara olahraga dan situasi politik.
Sejumlah warga lokal memberikan dukungan penuh terhadap kedatangan tim tersebut dan menilai bahwa ajang olahraga harus dilepaskan dari urusan politik negara. Namun, sebagian penduduk lainnya berpandangan bahwa tim nasional Iran tetap merepresentasikan rezim pemerintahan yang berkuasa di negara mereka.
Jay Rollo, seorang pendukung Partai Republik dan Donald Trump, menyatakan tetap menyambut kedatangan para pemain sepak bola tersebut meskipun dirinya mendukung kebijakan keras Washington terhadap Tehran.
“I don’t think sports should be mixed with politics. Hopefully they come here, lose, and then are allowed to stay,” ujar Rollo seperti dilansir dari The Sun.
Pandangan senada disampaikan oleh penduduk Tucson lainnya, Daniel Jones, yang menilai sepak bola memiliki peran sebagai sarana rekonsiliasi.
“You’re not supposed to fight wars on a soccer field. There’s no better way to bring countries together than through sports,” katanya.
Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh Ali Rezaei, warga keturunan Iran yang menetap di Tucson, yang merasa enggan memberikan dukungan karena mengaitkan tim tersebut dengan pemerintahannya.
“If there’s a protest against them, maybe I’ll join,” ujar pria berusia 68 tahun itu.
Kondisi di lapangan berpotensi menjadi lebih sensitif mengingat Amerika Serikat dan Iran memiliki peluang untuk saling berhadapan pada babak gugur. Apabila kedua tim menyelesaikan fase grup sebagai runner-up, mereka dijadwalkan bertanding dalam babak 32 besar pada 3 Juli di Arlington, Texas.
Kemungkinan terjadinya laga tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keamanan di kalangan masyarakat.
Seorang warga Tucson bernama Devyn Oehring menyampaikan harapannya agar pertandingan dapat berlangsung secara kondusif.
“It would be amazing. Hopefully there are no riots or anything bad,” katanya.
Walaupun hubungan diplomatik antara kedua negara berada dalam posisi yang sangat tegang, FIFA tetap memastikan keikutsertaan Iran dalam turnamen Piala Dunia 2026.