Wasit Tolak Penalti Bayern Muenchen Saat Hadapi Paris Saint-Germain

Wasit Tolak Penalti Bayern Muenchen Saat Hadapi Paris Saint-Germain

Wasit Joao Pinheiro menolak memberikan penalti kepada Bayern Muenchen atas dugaan pelanggaran handball gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Joao Neves, dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Keputusan tersebut memicu perdebatan meskipun pertandingan tetap berjalan tanpa intervensi VAR.

Insiden kontroversial ini bermula pada menit ke-31 saat Vitinha berusaha menyapu bola keluar dari area terlarang PSG. Bola hasil tendangan Vitinha tersebut justru membentur tangan kiri Joao Neves yang saat itu berada dalam posisi terangkat di dekat rekannya, sebagaimana dilansir dari Bola.

Para pemain Bayern Muenchen segera melakukan protes keras di lapangan untuk meminta tendangan penalti, namun wasit asal Portugal tersebut tetap pada keputusannya. Berdasarkan regulasi International Football Association Board (IFAB), situasi bola yang mengenai tangan rekan setim setelah sapuan atau sundulan tidak dianggap sebagai pelanggaran otomatis.

Pertimbangan utama wasit dalam mengabaikan tuntutan penalti tersebut adalah jarak yang sangat dekat antara Vitinha dan Neves saat insiden terjadi. Wasit menilai Joao Neves tidak memiliki unsur kesengajaan untuk memperbesar area tubuh guna menghalangi lawan dalam situasi reaksi cepat tersebut.

Pihak ofisial pertandingan dan VAR tidak melakukan peninjauan ulang karena menilai keputusan di lapangan sudah sesuai dengan interpretasi aturan terbaru IFAB. Regulasi tersebut menyatakan handball hanya akan dihukum jika bola langsung masuk ke gawang lawan atau segera menghasilkan gol setelah insiden tersebut terjadi.

Suporter di Allianz Arena sempat menyuarakan kekecewaan melalui sorakan keras setelah melihat tayangan ulang di layar stadion yang memperlihatkan bola jelas mengenai tangan Neves. Keputusan ini dianggap kontras oleh kubu Bayern karena beberapa insiden serupa pada musim Liga Champions kali ini sering kali berujung pada hukuman penalti.

Artikel terkait

Rekomendasi