Pebasket San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, resmi memecahkan rekor blok terbanyak dalam satu pertandingan playoff NBA saat menghadapi Minnesota Timberwolves pada Senin, 4 Mei 2026. Meski timnya mengalami kekalahan, Wembanyama mencatatkan total 12 blok dalam laga pembuka Semifinal Wilayah Barat tersebut.
Pencapaian ini melampaui rekor resmi sebelumnya yang dipegang bersama oleh Andrew Bynum, Hakeem Olajuwon, dan Mark Eaton dengan koleksi 10 blok. Wembanyama menunjukkan dominasi pertahanan yang luar biasa dengan membukukan tujuh blok hanya pada paruh pertama pertandingan saja.
Data dari Basketball Reference yang dilansir Yahoo Sports menunjukkan bahwa sebelum tahun 1973-1974, total blok dilacak oleh tim secara tidak resmi, termasuk catatan 16 blok milik Wilt Chamberlain. Namun, dalam catatan resmi liga, angka yang diraih Wembanyama kini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pascamusim NBA.
Keberhasilan ini mempertegas status pemain asal Prancis tersebut sebagai pusat pertahanan Spurs setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year secara aklamasi. Postur tubuh setinggi 7 kaki 5 inci yang dipadukan dengan insting bertahan menjadikannya ancaman serius bagi lawan yang mencoba memasuki area cat.
| Peringkat | Pemain | Jumlah Blok |
|---|---|---|
| 1. | Victor Wembanyama (2026) | 12 |
| 2. | Andrew Bynum (2012) | 10 |
| 2. | Hakeem Olajuwon (1990) | 10 |
| 2. | Mark Eaton (1985) | 10 |
| 5. | Robert Williams (2021) | 9 |
| 5. | Roy Hibbert (2012) | 9 |
| 5. | Serge Ibaka (2011) | 9 |
| 5. | Dwight Howard (2010) | 9 |
| 5. | Dwight Howard (2009) | 9 |
| 5. | Tim Duncan (2007) | 9 |
| 5. | Alonzo Mourning (2000) | 9 |
| 5. | Greg Ostertag (1997) | 9 |
| 5. | Derrick Coleman (1993) | 9 |
| 5. | Hakeem Olajuwon (1993) | 9 |
| 5. | Manute Bol (1986) | 9 |
Wembanyama kini mencatatkan namanya di atas deretan legenda NBA lainnya seperti Robert Williams dan Tim Duncan yang pernah mencapai sembilan blok. Pencapaian bersejarah ini diraih Wembanyama pada penampilan perdananya di babak playoff yang baru memasuki musim ketiga dalam karier profesionalnya.