Pertahanan interior San Antonio Spurs yang dikomandoi Victor Wembanyama sukses meredam serangan dalam Oklahoma City Thunder pada gim pertama semifinal Wilayah Barat NBA. Dominasi pemain asal Prancis tersebut memaksa tim lawan mengubah strategi serangan mereka ke area luar lapangan.
Dilansir dari Air Alamo, efektivitas penjagaan area bawah ring oleh Wembanyama membuat Thunder melepaskan hingga 45 tembakan perimeter. Meskipun lawan mencatat akurasi tembakan tiga angka sebesar 37,8 persen, minimnya poin dari area pencetak gol utama menjadi kendala besar bagi lini ofensif Thunder.
Kehadiran Wembanyama di bawah ring memicu keunggulan mutlak bagi Spurs yang memenangi perebutan poin di area fariasi dalam atau paint area dengan skor 52-38. Berdasarkan catatan pertandingan, para pemain agresif Thunder sering kali membatalkan penetrasi saat melihat posisi sang center.
Pemain bertahan terbaik NBA tersebut tercatat membukukan tiga blok sepanjang pertandingan berjalan. Angka tersebut relatif rendah dibandingkan laga-laga sebelumnya karena barisan penyerang tim lawan cenderung menghindari upaya tembakan langsung di hadapan Wembanyama.
Kendati demikian taktik fleksibilitas skuad Oklahoma City Thunder yang menerapkan formasi kecil tetap memberikan ancaman tersendiri. Penempatan penembak jitu di luar garis busur memaksa Wembanyama membagi fokus antara menjaga ring dan menutup ruang tembak perimeter.
Strategi ruang terbuka dari Thunder tersebut membuat pertahanan Spurs kecolongan beberapa kali tembakan tiga angka yang bebas. Salah satu dampaknya terlihat dari performa Alex Caruso yang berhasil melepaskan 14 kali tembakan tiga angka dan memasukkan delapan di antaranya.
Situasi taktis yang dihadapi Wembanyama melawan formasi penembak jitu ini menjadi tantangan besar bagi pelatih Mitch Johnson. San Antonio Spurs dituntut melakukan penyesuaian kreatif guna mengantisipasi akurasi tembakan luar lawan pada pertandingan berikutnya.