Ancaman degradasi dari Liga Inggris membuat West Ham United berada dalam tekanan besar untuk meraup dana segar lebih dari 100 juta pound sterling melalui penjualan massal pemain bintang mereka pada musim panas 2026.
Kekalahan 1-3 dari Newcastle United pada Minggu membuat klub berjuluk The Hammers tersebut kini tertahan di peringkat bawah dan tertinggal dua points dari Tottenham Hotspur yang masih mengantongi dua sisa pertandingan.
Nasib skuad asuhan Nuno Espirito Santo akan ditentukan oleh hasil pertandingan Tottenham melawan Chelsea dan Everton, di mana kemenangan Spurs bakal memastikan West Ham terlempar ke kompetisi Championship musim depan.
Kondisi ini memperparah situasi internal mengingat laporan keuangan terakhir klub mencatat kerugian sebesar 104,2 juta pound sterling, ditambah prediksi terjadinya defisit likuiditas pada musim panas 2026.
Sejumlah pilar utama seperti kapten Jarrod Bowen, Crysencio Summerville, Mateus Fernandes, dan El Hadji Malick Diouf dilaporkan langsung menjadi incaran klub-klub raksasa Premier League seperti Arsenal, Manchester United, dan Liverpool.
Selain itu, dua bek andalan Aaron Wan-Bissaka dan Jean-Clair Todibo dikabarkan bakal mendesak pihak manajemen untuk melepas mereka demi menghindari pemotongan gaji signifikan akibat turun kasta.
Pihak manajemen West Ham sendiri menyadari risiko pelanggaran regulasi finansial Premier League maupun EFL jika mereka tidak segera melakukan pengurangan beban gaji dan penjualan aset pemain dalam waktu dekat.
Di tengah situasi pelik tersebut, masa depan manajer Nuno Espirito Santo juga menjadi spekulasi besar setelah muncul rumor bahwa pelatih berusia 52 tahun itu memilih untuk mundur ketimbang melatih di divisi kedua.
"A bad day" ujar Nuno, Manajer West Ham United.
Pernyataan tersebut dilontarkan sang manajer untuk menggambarkan kekecewaan mendalam atas performa buruk timnya yang kini berada di ambang pintu keluar dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
"liquidity shortfall in summer 2026" kata Nuno, Manajer West Ham United.
Laporan internal West Ham juga telah memproyeksikan skenario terburuk ini yang akan memicu krisis finansial yang jauh lebih besar bagi masa depan klub asal London Timur tersebut.
"severe but plausible scenario" cetus Nuno, Manajer West Ham United.
Hingga saat ini, manajemen West Ham dilaporkan masih berupaya menyusun rencana darurat untuk menghadapi bursa transfer musim panas sembari menunggu kepastian matematis nasib mereka di akhir musim.
"push for moves" tukas Nuno, Manajer West Ham United.
Langkah eksodus ini diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi beberapa pemain seperti Wan-Bissaka dan Todibo karena performa buruk mereka sepanjang musim ini berpotensi menurunkan minat dari klub-klub peminat.
"push" tutur Nuno, Manajer West Ham United.
Pertandingan terakhir melawan Leeds United di pekan penutup akan menjadi laga formalitas sekaligus penentu akhir dari keruntuhan era West Ham di Premier League musim ini.