Willem II Tilburg berhasil mengamankan tiket ke babak final play-off promosi Eredivisie setelah menumbangkan Almere City FC dengan skor 2-0 pada pertandingan leg kedua semifinal di Stadion Koning Willem II, Minggu (17/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan di markas sendiri ini membuat tim asuhan John Stegeman unggul agregat telak 3-0, menyusul kemenangan 1-0 pada leg pertama di Stadion Yanmar melalui gol tunggal Samuel Bamba.
Dua gol penentu kemenangan Tricolores pada leg kedua dicetak oleh Uriel van Aalst pada menit ke-60 dan Amine Et-Taibi pada menit ke-85. Almere City semakin terpuruk setelah gelandang mereka, Milan de Haan, menerima kartu merah langsung dari wasit Bos pada menit ke-82.
Bek kiri Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, tampil impresif sebagai starter dan bermain penuh hingga laga usai. Berdasarkan data Fotmob, pemain berusia 24 tahun tersebut mencatatkan 53 kali penguasaan bola, akurasi umpan 75 persen, 4 aksi bertahan, 1 tekel, serta 3 sapuan yang membuatnya mendapat rating hijau 7,1.
Nathan kini berpeluang kembali merumput di kasta tertinggi Liga Belanda seperti saat membela Heerenveen, setelah mencatatkan 38 penampilan di semua ajang bersama Willem II musim ini.
Melalui media sosial Instagram miliknya, Nathan mengekspresikan kesiapannya menghadapi laga puncak demi mengamankan tiket promosi.
"Bangga dengan penampilan kemarin. Hasil besar, tapi kita belum selesai. Dua final lagi yang harus dilakukan," tegas Nathan Tjoe, Bek Willem II.
Keberhasilan ini sekaligus mengulangi pencapaian musim lalu bagi Willem II, meski saat itu mereka gagal di final setelah dikalahkan oleh Telstar.
Sebelum melangkah ke final tahun ini, klub asal Tilburg yang finis di peringkat ketiga musim reguler tersebut harus melewati perjuangan mendebarkan dengan menyingkirkan RKC Waalwijk di perempat final dan Almere City di semifinal.
Optimisme tinggi juga sempat diapungkan oleh internal tim sebelum laga penentuan di kandang yang tiketnya terjual habis hingga menyisakan kurang dari 300 lembar.
"Ik hoef niemand te overtuigen dat deze club in de Eredivisie hoort" ujar Calvin Twigt, Gelandang Willem II.
Di kubu lawan, blunder fatal penjaga gawang Almere City, Stijn Kuijsten, menjadi titik balik kekalahan setelah salah mengantisipasi bola panjang yang kemudian dimanfaatkan oleh Uriel van Aalst.
Padahal pada leg pertama hari Rabu sebelumnya, kiper berusia 21 tahun itu tampil gemilang termasuk menggagalkan eksekusi penalti El Allouchi.
Sebelum pertandingan krusial tersebut dimulai, Kuijsten sempat mengaku mendapatkan motivasi tambahan dari bahan bacaan sepak bola yang ia pelajari.
"Ik heb het even opgezocht: 'Duel in de zestien', want er waren wat jongens, die mij niet geloofden haha" cetus Kuijsten, Penjaga Gawang Almere City FC.
Namun setelah laga usai, Kuijsten tidak dapat menyembunyikan rasa bersalahnya atas kekeliruan fatal yang berujung gol pertama lawan.
"I see the ball coming long. I time it wrong, so the ball hits my knee. Then I hesitate, but I just have to kick that ball out of the stadium," analisis Kuijsten, Penjaga Gawang Almere City FC.
Kiper muda tersebut merasa performa timnya sebenarnya seimbang dan tidak sedang berada dalam tekanan sebelum gol pembuka itu tercipta.
"I make a mistake and that is painful. I could sink through the floor. Whether we lose the tie because of this? Ultimately maybe yes, yeah," ujar Kuijsten, Penjaga Gawang Almere City FC.
Kuijsten menambahkan bahwa kesalahan tersebut merusak momentum timnya sehingga harus kemasukan gol kedua di penghujung laga.
"I am there to stop balls and at that score there was nothing wrong, also considering the proportions during the matches. Then you go so wrong, which means you get the second one around your ears. Then it becomes a very difficult case," tutur Kuijsten, Penjaga Gawang Almere City FC.
Kendati demikian, ia mencoba mengambil pelajaran positif dari konsistensinya sepanjang babak play-off musim ini.
"I want to be there for my team, it feels very painful that you disappoint your club with such a mistake. On the other hand, I can also be proud that at the age of 21 I played fairly steady play-offs, except for this moment then. It's a bit double," lanjut Kuijsten, Penjaga Gawang Almere City FC.
Kekalahan ini juga menandai laga terakhir bagi pelatih Almere City, Jeroen Rijsdijk, yang dipastikan akan meninggalkan klub pada musim panas nanti.
Sebelum pertandingan dimulai, Rijsdijk sempat menginstruksikan skuadnya untuk bermain lepas tanpa beban demi membalikkan keadaan di kandang lawan.
"Wij hebben eigenlijk alles om te winnen en niks om te verliezen. We moeten niet te veel nadenken dan gewoon vrijuit voetballen en spelen voor je leven" kata Jeroen Rijsdijk, Pelatih Almere City FC.
Rijsdijk menilai status Willem II sebagai tuan rumah justru memberikan beban psikologis tersendiri bagi kubu lawan.
"Willem II speelt een thuiswedstrijd in hun eigen stadion, dus ik denk dat de druk bij hen ligt" tutur Jeroen Rijsdijk, Pelatih Almere City FC.
Meskipun akhirnya tersingkir, Rijsdijk tetap mengapresiasi perjuangan skuadnya yang sempat diperkuat kembali oleh Byron Burgering setelah pulih dari cedera pergelangan kaki.
"We have come a very long way," kilas balik Rijsdijk, Pelatih Almere City FC.
Ia menganggap pencapaian timnya yang sempat tidak konsisten di awal musim namun berhasil menembus play-off sudah melampaui ekspektasi awal.
"It was a volatile season with a bad start, a good middle part, then a slight decline and then reached the play-offs. In the play-offs we were labeled as a surprising team, we were in good shape. Today you saw again that we were the footballing team and dominated, but it was insufficient. Ultimately it's also about scoring goals," kata Rijsdijk, Pelatih Almere City FC.
Pada babak final play-off promosi, Willem II akan menantang FC Volendam yang finis di peringkat ke-16 Eredivisie dengan raihan 32 poin.
Pertandingan puncak ini akan menggunakan sistem kandang-tandang, di mana leg pertama digelar di Koning Willem II Stadion pada Rabu (20/5/2026) malam waktu setempat, dilanjutkan leg kedua di Kras Stadion markas Volendam pada Minggu (24/5/2026) dini hari WIB.