Ambisi Prancis untuk mempertahankan dominasi global di panggung Piala Dunia kini menghadapi rintangan berat. Bek andalan mereka, William Saliba, dilaporkan sangat diragukan untuk tampil dalam turnamen akbar tersebut.
Pemain belakang berusia 25 tahun itu mengalami cedera punggung parah yang mengancam posisinya di skuad. Seperti dikutip dari Suara, pemeriksaan medis lanjutan dijadwalkan pada hari Senin guna mengetahui tingkat keparahan gangguan tulang belakang sang pemain.
Tim medis mengkhawatirkan bahwa mantan pemain Saint-Etienne ini harus melewati proses pemulihan jangka panjang selama berbulan-bulan. Situasi tersebut menjadi pukulan telak bagi arsitek taktik Prancis, Didier Deschamps, dalam menyusun kekuatan lini bertahan.
Absennya Saliba menyisakan lubang besar di area penalti juara bertahan. Kendati demikian, Les Bleus masih memiliki opsi bek lain seperti Lucas Digne, Malo Gusto, Lucas Hernandez, Theo Hernandez, Ibrahima Konate, Jules Kounde, Maxence Lacroix, dan Dayot Upamecano.
Di samping persoalan lini belakang, Deschamps juga sempat mengejutkan publik sepak bola lewat keputusan mencoret gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga. Pada turnamen nanti, Prancis berada di Grup I dan akan bersaing dengan Senegal, Irak, serta Norwegia.
Masalah fisik yang menimpa Saliba diduga kuat terjadi akibat akumulasi jadwal pertandingan yang sangat padat. Bersama Arsenal, ia tercatat tampil dalam 50 dari total 63 pertandingan di semua kompetisi sepanjang musim ini.
Peran vital Saliba sebenarnya sukses membawa Meriam London merengkuh trofi Premier League dan menembus final Liga Champions. Namun, langkah Arsenal di partai puncak Eropa harus terhenti dramatis lewat adu penalti melawan Paris Saint-Germain di Budapest.
Kini, fokus utama beralih pada kemampuan armada Deschamps dalam menjaga target tertinggi mereka tanpa kehadiran sang bek terbaik. Deschamps sendiri menegaskan bahwa timnya tetap mengusung misi besar walau sedang diterpa situasi sulit.
Pelatih legendaris tersebut meminta seluruh anak asuhnya untuk tidak kehilangan fokus dan tetap membumi selama turnamen berlangsung.
"I have ambition, and I want the players to have it too. But I don't want us to lose our humility. I'm not going to hide and say we're not among the teams who can be world champions."
Deschamps menambahkan bahwa peta persaingan menuju takhta tertinggi sepak bola internasional saat ini sudah jauh lebih merata.
"But there are eight, maybe 10 teams who can say that. Not by shouting: 'We're the best, we're the strongest,'" kata Deschamps.
Cedera tragis ini menimpa William Saliba di tengah performa puncaknya sebagai salah satu bek terbaik dunia setelah tampil solid sepanjang musim. Bagi sang pemain, momen ini menjadi sebuah tragedi personal yang pahit karena kehilangan kesempatan tampil di panggung impiannya.