Xiaomi dilaporkan telah membatalkan rencana peluncuran proyek smartphone ultra tipis yang awalnya disiapkan untuk bersaing dengan lini iPhone Air milik Apple. Langkah penghentian ini diambil meskipun perangkat tersebut sudah hampir memasuki tahap produksi massal.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengonfirmasi kabar tersebut melalui sebuah sesi livestream, seperti dilansir dari Medcom. Pihak manajemen memutuskan untuk menghentikan proyek di menit-menit terakhir setelah menyelesaikan seluruh rangkaian perencanaan dan riset awal.
Pembatalan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penurunan kualitas pengalaman pengguna sehari-hari. Desain bodi yang terlalu tipis dinilai memaksa perusahaan melakukan kompromi besar pada kapasitas daya baterai, efisiensi sistem pendingin, serta performa menyeluruh.
Lu Weibing menjelaskan bahwa pemangkasan ketebalan ponsel berbanding lurus dengan peningkatan kesulitan dalam menyematkan baterai besar dan pendingin yang memadai. Xiaomi memilih untuk tidak mengedarkan produk yang hanya memikat dari sisi estetika visual namun memiliki banyak batasan fungsi nyata.
Berdasarkan laporan yang beredar, purwarupa ponsel tersebut dirancang dengan ketebalan hanya 5,5 mm. Perangkat ini juga sedianya ditenagai oleh chipset flagship terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Keterbatasan ruang internal membuat komponen vapor chamber tidak dapat bekerja optimal untuk meredam panas. Kondisi tersebut membuat performa berkelanjutan dari ponsel pintar ini dianggap tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Xiaomi.
Alih-alih memaksakan desain tipis, Xiaomi kini mengalihkan fokus penuh pada pengembangan varian seri Max. Strategi ini dianggap lebih selaras dengan kebutuhan pasar modern karena memberikan keleluasaan untuk meningkatkan sektor kamera, baterai, dan performa hardware.
Perusahaan saat ini dikabarkan sedang menyiapkan perangkat Xiaomi 17 Max yang mengusung baterai berkapasitas 8.000mAh, kamera Leica 200MP, dan sistem pendingin yang lebih masif. Menurut Lu Weibing, penamaan Max merepresentasikan peningkatan spesifikasi hardware secara menyeluruh, bukan sekadar memperbesar ukuran dimensi layar.
Keputusan strategis Xiaomi ini muncul di tengah tren gawai ultra tipis yang mulai dijajaki oleh industri teknologi. Kendati demikian, minat konsumen terhadap segmen premium yang mengutamakan bodi tipis tercatat masih rendah karena faktor daya tahan baterai dan performa tetap menjadi prioritas utama pembeli.