PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui XLSmart for Business memperkuat komitmennya dalam mempercepat digitalisasi nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan ajang BRAVO 500 Summit 2026 di Jakarta pada Senin, 7 Juni 2026.
Seperti diberitakan oleh Suara, proses transformasi digital di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan besar. Beberapa di antaranya meliputi kesenjangan akses teknologi, kebutuhan pengolahan data yang masif, hingga tuntutan adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.
Forum ini sukses mempertemukan lebih dari 2.000 pemangku kepentingan yang terdiri dari pemimpin bisnis, regulator, akademisi, hingga mitra teknologi. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan turut memperkenalkan ESTA Prime, sebuah platform enterprise berbasis AI dan data.
Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, mengungkapkan bahwa BRAVO 500 Summit 2026 menjadi wadah strategis untuk mempercepat adopsi teknologi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
"Event ini akan menjadi ajang untuk berkolaborasi dengan ekosistem B2B Indonesia yang tentunya boleh dibilang ini sangat high network event yang bisa dimanfaatkan dan menjadi peluang untuk stakeholders yang hadir," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (7/6/2026).
Andrijanto Muljono menambahkan bahwa agenda tahun ini merupakan gelaran kedua yang dilaksanakan oleh perusahaan. Pada penyelenggaraan kali ini, XLSmart turut mengundang empat universitas besar di Indonesia.
"Kita ingin memperkecil gap antara dunia akademisi dan dunia praktek, sehingga kelak bagi rekan-rekan kita yang mahasiswa lebih siap berpartisipasi dalam konteks real bisnis ini," katanya.
Membahas Masa Depan Kecerdasan Buatan
BRAVO 500 Summit 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional untuk membedah arah teknologi ke depan. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, hadir sebagai keynote speaker dalam forum tersebut.
Meutya Hafid menegaskan signifikansi sinergi antara pihak pemerintah dan sektor industri dalam memacu kecepatan transformasi digital nasional. Selain itu, terdapat sesi diskusi utama yang mengusung tema strategis.
Diskusi panel bertajuk "Apakah AI Akan Menentukan Arah Bisnis dan Negara?" mengupas dampak kecerdasan buatan terhadap dunia usaha serta kebijakan publik. Sesi ini dipandu oleh Gita Wirjawan sebagai moderator.
Sejumlah pemimpin nasional turut menjadi pembicara dalam sesi tersebut, antara lain Franky O. Widjaja, Budi Gunadi Sadikin, dan Rudiantara. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pemerintah, industri, dan akademisi dalam menyambut era AI, data, dan 5G.